RESUME BUKU
Judul : Dasar-Dasar Bimbingan Dan
Penyuluhan Islam
Pengarang : Drs.Enjang AS. M.Si., M.Ag.
Abdul Mujib, M.Ag
Penerbit : Sajjad Publishing House
(Cetakan Pertama,April 2009)
BAB I
Pendahuluan
Syari’at islam bertujuan untuk mewujudkan keselamatan dan
kesejahteraan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat kelak.untuk itu umat
islam wajib melakukan dakwah baik dengan cara bi ahsani qaul maupun bi
ahsani amal.salah satu bentuk dakwah bi ahsani qaul dan bi ahsani
amal ialah al-irsyad,yaitu proses penyampaian ajaran islam yang dilakukan
oleh seorang da’i (pelaku dakwah) kepada seorang mad’u (sasaran
dakwah) atau kelompok mad’u.Guna memberikan bantuan berupa pengasuhan
dan perawatan aspek kejiwaan mad’u.Irsyad berlangsung dalam konteks
dakwah nafsiyah,fardiyah dan fi’ah.Salah satu fungsi Irsyad ialah
al-syifa dan ad-dawa (proses pengobatan jasmani dan rohani) yang lebih
dikenal dengan terapi religius.
BAB II
Bimbingan dan Penyuluhan Islam dalam Perspektif Dakwah
1.
Dakwah Islamiyah
Dakwah
merupakan kerja sadar dalam rangka menegakan keadilan, meningkatkan
kesejahteraan, menyuburkan persamaan,mencapai kebahagiaan berdasarkan sistem
yang disampaikan Allah SWT.
اُدْعُ إلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ
الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَدِلْهُمْ بِلَّتِى هِيَ أحْسَنُ إنَّ رَبَّكَ هُوَ
أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ وَهُوَ أعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya
dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs.An-Nahl
;124)
Ayat tersebut merupakan
salah satu dalil yang dijadikan landasan dalam berdakwah.Berdasarkan ayat di
atas,dakwah merupakan kewajiban mengajak manusia ke jalan Allah dengan cara hikmah,mauidhah
hasanah dan mujadalah secara ahsan yang diaplikasikan dengan cara bi
ahsan qaul dan bi ahsan amal.
A. Pengertian Dakwah
Secara etimologis,kata dakwah berarti
memanggil,menyeru,menegaskan atau membela sesuatu,memohon dan meminta.
Secara garis besar,dakwah islam merupakan perilaku
keberagamaan islam berupa internalisasi,transmisi,difusi,difusi dan
transformasi ajaran islam,yang dalam prosesnya melibatkan unsur subyek
(da’i),pesan (maudhu),metode (ushlub),media (washilah) dan obyek (mad’u),yang
berlangsung dalam rentangan waktu,untuk mewujudkan kehidupan individu dan
kelompok yang salam,hasanah,thayyibah,dan memperoleh ridha Allah Swt.
B. Bentuk Dakwah
1) Tabligh Islam,sebagai upaya penerangan dan penyebaran ajaran islam yang berisi khitabah
diniyyah,khitabah ta’tsiriyah,kitabah,seni islam,dan futuhat.disebut
sebagai Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
2) Irsyad Islam,sebagai upaya bimbingan dan penyuluhan islam yang berisi ibtida
bi al-nafs,ta’lim,tawjih,mau’izhah,nasihah,dan istisyfa.Disebut sebagai
Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI).
3) Tadbir Islam,sebagai upaya pemberdayaan umat dalam menjalankan ajaran islam
melalui lembaga-lembaga dakwah yang berisi pelembagaaan dan pengelolaan kelembagaan
islam,yaitu majlis ta’lim,ta’mir masjid,organisasi kemasyarakatan islam,
organisasi siyasah islam,dan sumber dana islam berupa ZIS.Disebut sebagai ilmu
Manajemen Dakwah (MD).
4) Tathwir Islam,sebagai upaya pemberdayaan kehidupan dan ekonomi keumatan
yang berisi pemberdayaan SDI (Sumber Daya Insani),lingkungan hidup dan ekonomi
umat.Disebut sebagai ilmu Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
C. Proses Dakwah
1) Internalisasi,adalah proses tahu-kenal dan amal ajaran islam pada
tingkat intraindividu muslim (nafsiyah).Internalisasi ajaran islam ialah proses
penaklukan ilham taqwa terhadap ilham fujur.
2) Transmisi,adalah proses memberitahu dan membimbing pengamalan ajaran
islam terhadap seorang individu maupun kelompok kecil dan mensolusi problem
psikologisnya.Transmisi juga berupa ta’lim jumhur yaitu proses
penyampaian ajaran islam melalui bahasa lisan kepada kelompok besar dalam
suasana tatap muka dan satu arah.
3) Difusi,adalah proses penyiaran dan penyebarluasan ajaran islam dengan
bahasa lisan melalui macam-macam media elektronik kepada orang banyak baik
serentak maupun tidak dalam suasana tidak bertatap muka.
4) Transformasi,adalah proses mengubah tahu-kenal ajaran islam ke dalam
pengamalannya berupa pelembagaan dan pengelolaan pelembagaan, pemberdayaaan.
2.
Bimbingan dan Penyuluhan Islam dalam Sistem Dakwah Islamiyah
A.
Konteks atau level dakwah berdasarkan prosesnya terbagi pada enam
macam,yaitu :
1)
Dakwah Nafsiyah
Da’i dan Mad’unya diri sendiri.Mendakwahi diri sendiri oleh diri
sendiri.Proses menaklukan ilham taqwa (memunculkan perilaku shaleh) atas
ilham fujur (memunculkan perilaku salah/menyimpang).
2)
Dakwah Fardiyah
Seorang da’i
mendakwahi seorang mad’u dalam suasana kontak langsung.Proses
penyampaian ajaran islam yang ditujukan kepada seseorang secara berhadapan dan bisa terjadi tanpa
adanya rencana terlebih dahulu.Disalurkan melalui media lisan,tulisan dan
perilaku.
3)
Dakwah Fi’ah qalilah
Seorang da’i
mendakwahi sekelompok mad’u secara tatap muka,dan dialogis yang
dapat berlangsung dalam bentuk kelompok kecil dan kelompok mad’u yang
terorganisir.Media yang digunakan berupa lisan dan perbuatan dengan metode
nasihat,wasiat,bimbingan, pemberian pertolongan atau bantuan dan keteladanan
perilaku.
4)
Dakwah Hizbiyah/Jam’iyah
Da’i yang
mengidentifikasi dirinya dengan atribut suatu organisasi dakwah tertentu
mendakwahi anggotanya atau orang lain diluar anggota suatu organisasi.
5)
Dakwah Ummah
Seorang da’i
mendakwahi orang banyak melalui media cetak atau elektronik dalam suasana
monologis dan tidak bertatap muka.
6)
Dakwah Su’ubiyah
Seorang da’i
yang beridentitas etnis dan budaya tertentu mendakwahi mad’u yang identitas dan
budayanya berbeda dengan da’i.
B.
Kolerasi dan Posisi Bimbingan Islam dalam Dakwah
Bimbingan
(al-irsyad) merupakan suatu proses penyampaian ajaran islam oleh seorang
da’i kepada seorang mad’u dalam jumlah kecil guna memberikan
bantuan berupa pengasuhan dan perawatan aspek kejiwaan mad’u.Sedangkan terapi
(Syifa) adalah proses pengasuhan dan perawatan aspek kejiwaan yang
memerlukan bantuan dan pertolongan.Irsyad merupakan bagian dari konteks
dakwah dan terapi (al-syifa dan ad-dawa) merupakan salah satu fungsi dari
irsyad.Proses irsyad ini berlangsung dalam konteks dakwah nafsiyah,fardiyah
dan fi’ah.
C.
Kolerasi dan Posisi Penyuluhan Islam dalam Dakwah
Penyuluhan
(al-wad’u) yaitu proses penyampaian ajaran islam oleh siapapun yang
berkompeten guna memberikan bantuan dan pemberdayaan berupa nasehat, perintah, larangan,
anjuran,penjelasan,peringatan,penyampaian, pengajaran, penyembuhan. Penyuluhan
islam dapat diartikan sebagai sistem pendidikan non-formal tanpa paksaan
mengenai ajaran agama dengan tujuan menjadikan seseorang atau umat sadar dan
yakin bahwa sesuatu yang dianjurkan akan membawa ke arah perbaikan.Kegiatan
penyuluhan islam merupakan bagian dari dakwah islamiyah khususnya konteks
dakwah fardiyah.
!
Dakwah
islam disampaikan dalam berbagai bentuk agar dapat sesuai dengan kebutuhan
dalam kondisi dan keadaan tertentu.Namun kenyataannya masih banyak orang yang
belum mengetahui bentuk-bentuk dari dakwah tersebut sehingga mengartikan secara
sempit bahwa dakwah hanya berupa ceramah atau khutbah semata.
BAB III
Ruang lingkup Bimbingan dan Penyuluhan Islam
A.
Pengertian Bimbingan Islam
· Bimbingan
Secara
etimologis guidance berasal dari kata guide yang artinya
menunjukan jalan,menuntun,memimpin memberi
petunjuk,mengatur,mengarahkan,memberi nasehat.
Pengertian
dasar mengenai bimbingan yaitu : 1) memberikan informasi yang dapat digunakan
untuk mengambil keputusan atau memberihatu sesuatu sambil memberi nasehat.2) mengarahkan,menuntun ke
suatu tujuan.
Menurut Fakhruddin asal kata irsyad,yaitu al-irsyad berarti
petunjuk,kebenaran ajaran,dan bimbingan dari Allah SWT. Yang mengandung suasana
kedekatan antara pemberi dan penerima al-irsyad.Secara Terminologis al-irsyad bearrti menunjukan kebenaran dan
membimbing orang lain dalam menjalankannya yang berlangsung dalam suasana tatap
muka dan penuh keakraban.
· Konseling
Secara
etimologis counseling dari kata to counsel artinya memberikan
nasehat pada orang lain secara face to face.kata counsel berarti
nasihat,anjuran,pembicaraan.
Konseling
diartikan pula sebagai proses penyadaran bagi seseorang mengenai kemampuan dan
potensi yang dimilikinya.Hakikatnya,konseling merupakan proses bantuan yang di
berikan oleh konselor pada klien untuk merupakan perubahan pada diri seseorang
atas kesadaran serta kemauan sendiri.
Kolerasi
antara bimbingan dan konseling yang
dijelaskan oleh Sukardi,bahwa konseling merupakan bagian dari bimbingan yaitu
sebagai layanan maupun sebagai teknik.Layanan konseling merupakan jantung hati
dari layanan bimbingan secara keseluruhan.
· Psikoterapi
Secara
etimologis psikoterapi berasal dari kata psyche yang diartikan jiwa atu
hati,ruh,akal,diri dan dalam bahasa arab disepadankan dengan kata nafs,bentuk
jamaknya anfus atau nufus yang artinya ruh,jiwa,darah dan
jasad.Kata therapy (bahasa inggris) berarti pengobatan atau penyembuhan
dan disepadankan dengan al-istisyfa (bahasa arab) yang berarti
menyembuhkan
Menurut
Rita.L.Atkinson yang disebut Psikoterapi sering diartikan sebagai proses
perawatan dan penyembuhan gangguan jiwa dengan cara atau melalui pendekatan
psikologis (ketimbang fisik atau biologis)
Istilah
psikoterapi yang dipahami sebagai salah satu kegiatan irsyad merupakan sebuah
proses pengasuhan dan perawatan aspek kejiwaan seseorang,yang memerlukan
bantuan dan pertolongan.dalam term islam psikoterapi dikenal dengan istilah as-syifa dan ad-dawa kegiatan
tersebut dalam ilmu dakwah merupakan salah satu metode dakwah.sedangkan terapi
merupakan salah satu fungsi dari irsyad
Ciri umum untuk membedakan psikoterapi
dengan yang lainnya,yaitu klien didorong untuk mengungkapkan rasa takut,emosi
dan pengalamannya secara bebas tanpa merasa takut dinilai atau dicemooh
psikiater.Sebaliknya,psikiater menunjukan simpati dan pengertian serta membantu
klien mengembangkan cara yang lebih efektif untuk menangani masalahnya.
Teknik-teknik
yang di kenal dalam psikoterapi : 1) Terapi psikoanalitik.2) Terapi
eksistensial-humanistik.3) Terapi client centered.4) Terapi gestalt.5) Terapi
analisis-transaksional.6) Terapi tingkah laku.7)Terapi rasional-emotik.8)
Terapi realitas
Pandangan
islam mengenai psikoterapi didasarkan pada ayat Al-qur’an yang berbunyi:
ياأيها الناس قد
جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين
“Hai
manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Qs.Yunus 57)
Untuk dapat memahami tujuan psikoterap
dan irsyad juga syifa,kita dapat memulainya dari konsep islam mengenai
kesehatan mental.Sapartinah Sadli,seorang ahli psikoterapi,membagi kesehatan
mental pada tiga orientasi.Pertama,orientasi klasik,yaitu seseorang dianggap
sehat jika tidak mempunyai keluhan tertentu.kedua,orientasi penyesuaian
diri,yaitu seseorang dianggap sehat secara psikologis jika ia mampu
mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang lain,serta lingkungan
sekitarnya.Ketiga,orientasi pengembangan potensi,yaitu seseorang dianggap
mencapai taraf kesehatan mental,bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan
potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai orang lain dan
dirinya sendiri.
Menurut
Djumhana,pada dasarnya terdapat empat pola wawasan kesehatan mental,yaitu :
Pertama,pola wawasan yang berorientasi simtomatis yang menganggap bahwa
hadirnya gejala dan keluhan.Merupakan tanda adanya gangguan atau adanta
penyakit yang diderita seseorang.
Kedua,pola wawasan berorientasi penyesuaian diri dan berpandangan bahwa
kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri merupakan unsur utama dari kondisi
jiwa yang sehat.
Ketiga,pola wawasan berorientasi pengembangan orientasi pribadi dan
bertolak dari pandangan.Menurut pandangan ini,mental sehat terjadi bila
potensi-potensi tersebut dikembangkan secara optimal sehingga mendatangkan
manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
Keempat,pola wawasan yang berorientasi pada agama dan berpandangan bahwa
ajaran agama memiliki daya yang dapat menunjang kesehatan jiwa dan kesehatan
mental.
Dalam
al-qur’an ayat-ayat yang terkait dengan kesehatan mental terbagi pada beberapa
kategori,diantaranya:
Pertama,ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat tercela meliputi ;
· Bakhil (kikir)
: Qs.Muhammad 38;Qs.A-Baqarah 75-76;Qs.Al-Lail 8-10
· Aniaya : Qs.Yunus
44;Qs.Luqman 13;Qs.AlBaqarah 144,231;Qs.AnNisa 10,25,27
· Dengki :
Qs.Al-Falaq 5;Qs.Al-Baqarah 109;Qs.Al-Hasyr 10
· Ujub :
Qs.Fathir 8;Qs.Al-Maun 4-7;Qs.An-Nisa 38
· Nifaq :
Qs.Al-Baqarah 8,10,14,204
· Ghadhab :
Qs.Yusuf 53;Qs.Al-Jatsiyah 23;Qs.Shaad 26
Kedua,ayat-ayat yang berkenaan dengan penyesuaian diri,seperti berbagai
bentuk kegiatan dalam perilaku silaturahmi serta segala hak dan kewajiban
masing-masing.Petunjuk mengenai cara melestarikan silaturahmi,antara lain
terihat dalam hubungan anak dengan kedua orang tua,isteri dan suami,saudara
dengan saudara,kerabat dengan sanak famili, seseorang dengan tetangga,antar
teman,majikan dengan pembantu,dan sebagainya.Dalam Qs.Al-Isra 23;Qs.Luqman 15;Qs.An-Nisa
36.
Ketiga,ayat-ayat yang berkenaan dengan pengembangan potensi,yaitu mengembangkan
kualitas insani yang baik dan terpuji (mahmudah),seperti :
· Sabar
(Qs.2:45,153,155-157; 46:35 dan 103:1-3)
· Hikmah
(Qs.2:151,296; 46:125)
· Amal saleh
(Qs.17:9; 5:9)
· Lidah
(Qs.55:3-4; 90:8-10; 20:25-28; 16:116; 48:11)
· Hati nurani
(Qs.50:16)
Djumhana menjelaskan bahwa
pengembangan kesehatan mental menurut ajaran islam harus terintegrasi dalam
pengembangan pribadi pada umumnya,yaitu mengembangkan kondisi pribadi yang
matang secara spiritual,emosional,intelektual,sosial,serta matang pula keimanan
dan ketakwaan kepadaa Allah SWT.
Berdasarkan ayat-ayat Al-qur’an,tujuan dalam psikoterapi islam sama
dengan visi bimbingan dan penyuluhan islam,diantaranya berkaitan dengan
kesehatan mental,yaitu menumbuh kembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) dan
menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada diri pribadi muslim.
Sedangkan visi bimbingan dan penyuluhan islam didasarkan pada
asumsi bahwa manusia mempunyai kemampuan memperbaiki nasib dirinya.Namun
kemampuan tersebut bukan berarti lepas kekuasaan Allah,sekalipun manusia di
beri kewenangan memperbaiki nasibnya.Musnamar mengemukakan empat misi bimbingan
dan penyuluhan islam,yaitu:
Pertama,membantu
individu untuk mengetahui,mengenal dan memahami dirinya sesuai dengan
hakikatnya atau mengenal kembali keadaan dirinya.bantuan yang diberikan kepada
setiap orang adalah mengingatkan kembali setiap pribadi pada fitrahnya.Dalam
Qs.Ar-Rum ayat 30 menyebutkan tentang fitrah Allah yang maksudnya bahwa manusia
diciptakan Allah dengan naluri beragama (agama tauhid) sehingga apabila ada
manusia yang beragama tauhid maka hal
itu tidak sesuai dengan fitrahnya.
Kedua,membantu
individu agar menerima keadaan dirinya apa adanya sebagai takdir Allah atasnya
artinya setiap individu dibantu untukmenyadari bahwa manusia diwajibkan
berusaha.Kelemahannya bukan sesuatu untuk disesali dan kekuatannya bukan untuk
lupa diri.
Ketiga,membantu
individu agar memahami dan menerima keadaan yang dihadapi.
Keempat,membantu
individu agar menemukan alternatif pemacahan masalah dan mengantisipasi masa
depan.
Konsep irsyad
dan syifa merupakan wujud dari religious psychoterapy,yaitu
kegiatan bimbingan yang menerapkan psikoterapi berdasarkan pendekatan agama.
Beberapa ahli
kedokteran jiwa,menurut Arifin meyakini bahwa penyembuhan penyakit pasien dapat
digunakan jika digunakan metode yang berdasarkan pendekatan keagamaan,yaitu
dengan membangkitkan potensi keimanan pada Tuhan lalu menggerakkanya ke arah
pencerahan batinnya yang pada akhirnya menimbulkan kepercayaan diri bahwa tuhan
yang maha kuasa adalah satu-satunya kekuatan penyembuh dari penyakit yang
diderita.
Dalam tataran
konseptual teoritik,syifa dapat dipahami sebagai kegiatan dalam
bimbingan yang dilakukan oleh mursyid (pembimbing ) terhadap mursyad
bih (klien) melalui pendekatan ajaran agama dalam bentuk religious-psychoterapy,untuk
mengubah sikap dan perilaku klien yang pernah melakukan pelanggaran ajaran
agama dan norma sosial sehingga kembali sadar dan dapat menjalankan perintah
agama dan meninggalkan laranganNya.
B.
Dasar dan Tujuan Bimbingan Islam
Nabi
Saw bersabda : “Aku tinggalkan sesuatu bagi kalian semua yang jika selalu
berpegang teguh padanya niscaya selamanya tidak akan pernah salah langkah
tersesat jalan,sesuatu itu yakni Kitabullah dan Sunnah RasulNya”.Hadis
tersebut merupakan landasan ideal dan konseptual bimbingan islam.
Menurut
Bastaman bahwa bimbingan islami selaras
dengan tujuan yang akan dicapai oleh psikologi islam.Sedangkan tujuan dari
psikologi islam itu sendiri adalah meningkatkan kesehatan mental dan kualitas
keberagamaan.Tujuan psikologi islam,selain mengembangkan kesehatan mental diri
pribadi,juga rasa kebersamaan yang terpateri dalam eksistensi manusia dan
tertanam relung kalbu yang terdalam.
Jika
dikaitkan dengan fungsi bimbingan islam (al-irsyad),maka bimbingan islam
berfungsi membantu menyelesaikan persoalan kehidupan yang dihadapi seseorang
dan jika mursyad bih telah menghadapi masalah,mereka mampu mencari
solusi atas masalah yang dihadapi berlandaskan pada ajaran-ajaran islam dengan
meningkatkan potensi keimanannya.
C.
Unsur-Unsur Bimbingan Islam
1)
Mursyid dan
Karakteristiknya
Mursyid secara funngsional dapat diartikan sebagai penolong dalam
mencocokan perilaku dengan tuntunan ajaran yang datang dari Allah,pemberi
petunjuk ke jalan yang benar dan baik,pembimbing dalam menjalankan ajaran yang
datang dari Allah.
Sifat dasar
yang mesti ada dalam mursyid :
· Sifat nafsiyah terdiri dari : memiliki
ilmu tentang al-qur’an,sunnah dan segala pengetahuan ajaran yang bersumber dari
keduannya,mengamalkan ilmu,ikhlas,teguh pendirian,pemaaf dan toleran,lemah
lembut,terhindar dari keinginan rendah terhadap urusan duniawi,semangat,berdaya
dan optimis,qanaah,sabar,terampil berkarya,bicara seperlunya,memelihara diri
dari perbuatan tercela,jujur,berpenampilan tenang,teliti dan terpercaya.
· Sifat jasadiyah
dimaksudkan sebagai kepemilikan kondisi badan yang sehat dari berbagai penyakit
jasmaniyah yang membuat orang lain menjauhkan diri dari pergaulan
dengannya.Kesehatan jasmani ditunjukan dengan berpakaian bersih,rapih,tubuh
sehat,berdaya,serta berpenampilan sempurna.
· Sifat ijtimaiyah
antara lain : berbudi pekerti baik,berteman dengan orang baik,mencintai orang
lain sebagaimana mencintai diri sendiri,menepati janji,dermawan,berani
mengatakan kebenaran,disiplin,bertindak logis serta sistematis.
Selain
tiga sifat tersebut yang bersifat keharusan isbat,mursyid juga
dituntut memiliki sifat keharusan nafi,diantaranya : tidak melakukan fujur,yaitu
menunda pekerjaan dan tidak bersemangat,tidak israf (berlebihan dalam
segala hal),tidak istijal (tergesa-gesa), tidak uzlah
(mengasingkan diri),tidak gurur (tertipu godaan setan),tidak
takabur,tidak riya dan sum’ah,tidak berwawasan sempit,tidak mengikuti
hawa nafsu,tidak tafrith, yaitu mengurangi kewajiban-kewajiban pada
Allah.
2)
Ushlub Al-Irsyad
Dalam tataran
tertentu,kata ushlub disejajarkan dengan Thariq thariqah yang
artinya jalan,cara,metode yang secara harfiah adalah jalan yang harus dilalui
untuk mencaoai tujuan.
Secara
terminologis,metode memiliki arti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan.
Terdapat
macam-macam metode yang berkaitan dengan bimbingan bik bersifat preventif
maupun kuratif,diantaranya :
· Metode
interview (wawancara).Untuk memperoleh fakta-fakta kejiwaan yang dapat
dijadikan bahan pemetaan.
· Metode
kelompok.Pembimbing akan dapat sikap sosial,sikap memahami peranan terbimbing.
· Metode
non-direktif (cara yang tidak mengarah).Metode inimerupakan segala perasaan
pikiran tertekan sehingga menjadi penghambat kemajuan terbimbing.Metode ini
terbagi menjadi dua macam,yaitu : 1)client centered (cara mengungkapkan tekanan
batin yang menjadi penghambat dengan memberi pancingan berupa pertanyaan,kemudian
klien diberi kesempataan seluasnya untuk mengungkapkan hambatannya). 2) Metode
educative (dengan cara client centered yang diperdalam dengan pertanyaan yang
motivatif dan persuasif untuk mengingat serta mendorong agar berani
mengungkapkan perasaan tertekan sampai ke akar)
· Metode
psikoanalitis,yaitu untuk mengungkapkan segala tekanan yang sudah tidak lagi
disadari.
· Metode direktif
(metode yang bersifat mengarahkan),yaitu mengarahkan kepada terbimbing untuk
berusaha mengatasi kesulitan yang dihadapi dengan memberikan secara langsung
jawaban terhadap permasalahan yang menjadi kesulitannya.
Menurut
Al-Khuly,terdapat beberapa metode paling penting dari metode-metode irsyad yang
ada diantaranya :
· Metode Khitabah
: cara penyampaian melalui bahasa lisan dalam bentuk nasihat atau ceramah
dihadapan mad’u kelompok yang berlangsung dialogis dann tatap muka
dengan sasaran mengguggah kesadaran kalbu klien atas segala tugas kehambaan dan
kekhalifahannya dan membantu memecahkan problem sosial dan mental mereka.
· Metode dars
(pengajaran): proses transmisi pesan dari mursyid kepada mursyad bih
baik secara langsung penuturan lisan maupun penegasan khusus.
· Metode tamsil
: simulasi dan peragaan pesan bimbingan dihadapan mursyad bih oleh mursyid.
· Metode uswah
shalihah: penyampaian pesan bimbingan dalam bentuk percontohan perilaku
yang teramati.
· Metode kitabah
: penyampaian pesan bimbingan melalui bahasa tulisan.
3)
Maudhu Al-Irsyad
Pesan
bimbingan irsyad ialah sesuatu yang disampaikan oleh mursyid kepada mursyad bih
yaitu berupa ajaran islam yang dipilih dan disusun sesuai dengan problem yang
dihadapi klien.Yang dapat dijadikan maudhu irsyad khususnya dalam proses
syifa,al-qur’an dapat dijadikan maudhu.Diantara pengajaran Allah yang
disampaikan melalui al-qur’an mengenai taubat,dzikir,shalat dan shaum.
Taubat
merupakan proses menjadikan mursyad bih menjadi orang yang bertaubat nasuha
dengan indikasi berhenti dari pebuatan dosa,melakukan kebaikan,mendapat
kesehatan mental dan spiritual berupa ketentraman dan ketenangan hidup,dan mendapat
balasan surga diakhirat.
Dzikir
maknanya dalam al-qur’an dapat digolongkan pada mengingat Allah,mengingat
nikmat Allah,mengingat diri sebagai hamba Allah,mengingat isi dan mempelajari
kitab-kitab Allah,nama al-qur’an,ilmu pengetahuan,mengingat sejarah kehidupan
manusia. Selain sebagai pesan bimbingan keagamaan juga sebagai salah satu
penyakit mental. Dzikir dapat dilakukan dengan hati,lisan dan perbuatan.
Shalat
bermakna doa atau permohonan kepada tuhan,ketundukan makhluk kepada
pencipta,menghubungkan perilaku kepada perilaku para nabi dan ibadah mahdah
tertentu yang dilakukan dalam waktu tertentu dengan ketentuan tertentu
pula.Fungsi atau nilai guna dari shalat ini adalah sebagai tiang agama
islam,cahaya keyakinan,penawar penyakit hati, pemilik segala perkara,pencegah
perbuatan fakhsya dan munkar,upaya menjauhkan diri dari kejelekan jiwa,tanda
mensyukuri nikmat,cara meminta pertolongan pada Allah,proses memperoleh
ketentraman dan keridhaan Allah.
Shaum
secara lughawi adalah menahan,mencegah dan berhenti dari sesuatu.Secara syariah
ialah menahan diri dari makan,minum,hawa nafsu dari terbit fajar hingga
terbenam matahari atas dasar karena Allah.Mengacu pada isyarat ayat-ayat
al-qur’an, fungsi dan hikmah shaum adalah proses taubat,bentuk ketaqwaan pada
Allah,kebaikan ,salah satu pernyaataan sabar,salah satu pernyataan syukur.Dalam
hadits,hikmah shaum ialah proses terapi penyakit jasmani dan rohani,proses
menjaga kesehatan ddan benteng dari perilaku menyimpang.
4)
Karakteristik Mursyad bih
Mad’u sebagai
sasaran atau objek dakwah dalam proses irsyad disebut mursyad bih atau penerima
pesan bimbingan.Mursyad bih sebagai orang pernah berperilaku
menyimpang,penyimpangan tersebut disebabkan fitrah keagamaannya terkalahkan
oleh hawa nafsu.
Mursyad bih
tergolong orang yang quwah aqliyah dan mulkiyahnya terkalahkan oleh quwah
syahwatiyah bahimiyah(daya keinginan hewan jinak),quwah ghadhabiyah (daya
kebringasan hewan buas),quwah wahmiyah syaithaniyah (daya kesesatan syetan)
Jika dilihat
dari segi sasaran pemecahan problem mursyad bih ,irsyad dikatakan efektif dengan
adanya indikasi : berhenti dari kebiasaan yang tidak baik bagi
mental,penyesalan dari perilaku yang menyimpang,adanya perilaku baik yang
menggantikan perilaku sebelumnya.
D.
Ruang lingkup Penyuluhan Islam
1)
Pengertian Penyuluhan Islam
Penyuluhan
merupakan sistem pendidikan non-formal tanpa paksaan dalam rangka menjadikan
seseorang sadar dan yakin bahwa sesuatu yang dianjurkan akan membawa ke arah
perbaikan dari-hal-hal yang dikerjakan sebelumnya.Penyuluhan agama dalam bahasa
arab disebut sebagai al-wad’u atau disebut al-taujih yaitu sebagai salah satu
bentuk kegiatan dakwah yaitu proses penyampaian ajaran islam oleh siapapun yang
berkompeten guna memberikan bantuan,anjuran,penyampaian peringatan pengajaran.
Penyuluhan
agama dapat dilaksanakan atas dasar : tidak terbatas pada ruang tertentu,tidak
terikat kurikulum tertentu,materi yang disampaikan atas dasar kebuthan
masyarakat,sasaran tidak terbatas pada keseragaman umur,tidak bersifat
paksaan,ketentuan sanksi atas suatu hal tidak berlaku,tidak ada waktu
penyuluhan sacara pasti.
2)
Dasar-Dasar Penyuluhan dalam Al-Qur’an
Al-qur’an
merupakan petunjuk bagi manusia yang didalamnya pasti berisikan juga
dasar-dasar penyuluhan islam,diantaranya : Asy-syuara 136;Hud 46,120;Saba 36;Al-araf
145,164,138;Al-Baqarah 231, 66,232,275;An-Nisa 58,63,34,66;An-nahl 90,125;Annur
17,34;Luqman 13;Al-mujadalah 3;Ath-Thalaq 2;Al-maidah 46;Yunus 57.
Selain itu terdapat beberapa kisah yang
dijadikan landasan atau penyuluhan agama yang bermuatan moral dan nilai-nilai
sesuai syariat yang tersaji dalam Al-qur’an diantaranya Qs.Yusuf
3,111;At-taubah 70,25-26
Nasihat pula disampaikan dalam membuat
perumpamaan terdapat dalam Qs.An-Nahl 76
3)
Falsafah Penyuluhan Islam
Falsafah
merupakan pemikiran mendasar mengenai mengapa,bagaimana,serta untuk apa
kegiatan tersebut dilakukan.Falsafah merupakan rumusan filosofis yang akan
membentuk pandangan dunia selanjutnya dijadikan sebagai arah kegiatan
penyuluhan. Landasan filosofis penyuluhan islam diantaranya bahwa penyuluhan
islam merupakan proses mewujudkan cita-cita islam mulai dari wilayah
pribadi,keluarga, masyarakat yang prosesnya melalui pendidikan non-formal,demokratis dan terus-menerus.
Tahapan
kerja penyuluh agama sesuai dengan falsafah bahwa penyuluhan agama merupakan
proses terus-menerus dikenal dengan dua fase,yakni : 1) penyuluhan dalam
kegiatannya hanya bersifat mendidik dengan memberi
penjelasan,semangat,pemikiran baru,dll.fase ini di maksudkan agar masyarakat
mau menerima,mempelajari serta mengaplikasikan sesuatu yang disampaikan penyuluh
ke dalam perilaku beragama mereka.2) penyuluh berusaha agar masyarakat berubah
dari satu keadaan kepada keadaan yang lebih baik.
4)
Tujuan Penyuluhan Islam
Tujuan
penyuluhan agama dibedakan menjadi tujuan jangka pendek dan jangka
panjang.Tujuan jangka pendeknya yaitu untuk menumbuhkan perubahan yang lebih
terarah baik dalam kesadaran maupum kegiatan keagamaan.Perubahannya dalam
bentuk pengetahuan,sikap, motif dan perilaku.Tujuan pokok penyuluhan agama yang
paling penting adalah merubah sifat masyarakat pasif,statis,lemah dalam etos
kerja menjadi masyarakat yang dinamis,aktif dan terbuka.Tujuan jangka panjang yaitu
membangun sebuah masyarakat bercita-cita Islam yang memenuhi prinsip-prinsip
islam didalamya.Tujuan penyuluhan agama sebagai proses dakwah pada sisi sosial
kemasyarakatan adalah terwujudnya khairul ummah berbasis individu muslim yang
berkualitas (kahirul bayinah) yang dijanjikan Allah akan memperoleh ridha-nya.
5)
Fungsi dan Tugas Penyuluhan Islam
Penyuluhan
agama berfungsi sebagai wadah kegiatan untuk mendidik,karena proses penyuluhan
agama sebagai sebuah kegiatan didalamnya terjadi proses transmisi,difusi
dan internalisasi ajaran agama islam
secara bertahap sehingga terjadi perubahan sebagaimana yang dicita-citakan.Penyuluhan
agama di satu sisi dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan dan
meneruskanpendapat dan penemuan para ahli atau kebijakan-kebijakan pemerintah kepada
masyarakat.
Penyuluhan
agama bertugas menghubungkan sumber dengan masyarakat sebagai yang
membutuhkan.Tugas penyuluhan agama merupakan kegiatan dalam menjalankan
fungsinya,kegiatan yang menyampaikan suatu hal yang baru yang lebih
baik,menguntungkan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemauan dan kemampuan
masyarakat dalam masalah keagamaan.Tugas penyuluhan agama adalah : menyebarkan
ilmu pengetahuan dan pengetahuan agama,membantu masyarakat dalam kegiatan
keagamaan,membantu umat agar meningkatkan kesadaran beragama,membantu umat
mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,mengusahakan agar masyarakat aktif
dalam menanggapi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi,menjaga dan mengusahakan kehidupan harmonis,menampung dan
mengumpulkan persoalan masyarakat untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam
penyusunan program penyuluhan agama.
6)
Sasaran Penyuluhan Islam
Sasaran
yang dijadikan objek pada kegiatan penyuluhan adalah masyarakat pada umumnya
dalam masyarakat islam pada khususnya,yaitu dalam proses membentuk masyarakat
islam.
7)
Problematika dan Masa Depan Penyuluhan Islam
Proses
pembangunan yang terus berkembang menjadikan tantangan bagi penyuluhan agama
islam yaitu mengembangkan konsep-konsep baru dalam penyuluhan yang mampu
menyelesaikan kesulitan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan di
berbagai sektor kehidupan.kendala yang dihadapi ialah adanya anggapan bahwa
tidak perlu ada penyuluh agama,program penyuluhan agama merupakan pemborosan
biaya pembangunan.Oleh karena itu penyuluhan agama dapat digunakan sebagai alat
rekayasa sosial masyarakat sehingga mampu membentuk perilaku tertentu
masyarakat dalam jangka waktu tertentu sebagai syarat dalam memperbaiki
kualitas masyarakat.
8)
Perbedaan Penyuluhan Islam dan Penerangan serta Propaganda
Penyuluhan
merupakan pendidikan non-formal tanpa adanya paksaan untuk menjadikan seorang
sadar dan yakin bahwa sesuatu yang dianjurkan akan membawa ke arah
perbaikan.Penerangan adalah usaha pemberitahuan suatu hal pada seseorang, kelompok
atau masyarakat banyak dimana posisi yang diberi penerangan tidak ada cara lain
kecuali mendengarkan dan memperhatikan.Propaganda adalah suatu penerangan untuk
memperoleh pasaran dan keuntungan,lebih bersifat komersil.
!
Tujuan
dari psikologi islam itu adalah meningkatkan kesehatan mental dan kualitas
keberagamaan.Mayoritas penduduk Indonesia beragama islam,namun masih banyak
orang islam yang “fobia” terhadap ajarannya sendiri sehingga menyebabkan
perkembangan dakwah bersifat statis walaupun maju tapi masih
tersendat-sendat.Dalam meningkatkan kualitas keberagamaan dari masing-masing
individu maupun kelompok,diperlukan adanya kerja keras secara bertahap yang
juga akan menentukan bagaimana orientasi dakwah Islam di Indonesia ke depannya.
!
Menurut
saya metode yang paling efektif digunakan ketika proses konseling adalah metode tamsil (perumpamaan) atau
metafora,karena ketika klien di berikan kisah yang mirip dengan kejadian yang
dialaminya (metafora) ia akan merasa terlibat dalam kisah tersebut dan lebih
dapat memahami apa yang dialami sehingga memudahkan pesan bimbingan masuk dan
mudah diingat dirinya.
!
Al-qur’an
merupakan kitab dakwah yang berisi pedoman terlengkap mengenai tata
kehidupan,banyak orang yang mengakuinya tapi sebagian besar tak meyakininya
secara pasti bahwa al-qur’an dapat menunutun dan mencerdaskan manusia,padahal
sudah jelas bahwa al-qur’an merupakan sumber dari segala disiplin ilmu.
BAB IV
Proses Bimbingan dan Penyuluhan Islam
A.
Pelaksanan Bimbingan dan Penyuluhan Islam
1)
Memahami Asas-Asas Strategi
Strategi sering
disebut peta atau jalan yang menunjukan arah dan taktik operasional proses
pencapaian tujuan.Strategi dan metode dalam bimbingan dan penyuluhan islam yang
diterapkan dalam sebuah perencanaan dapat dijadikan panduan dalam melaksanakan
kegiatan.Asas yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah perencanaan adalah :
pengulangan,mengguanakan berbagai saluran,kesesuaian dan konsistensi pesan,dan
visibilitas.
2)
Langkah Kegiatan Bimbingan Islam
Tahapan
dalam proses bimbingan,yaitu : 1) penyusunan program bimbingan.2) pelaksanaan
bimbingan.3) pelaksanaan evaluasi pelaksanaan bimbingan.4) pelaksanaan analisis
hasil bimbingan 5) pelaksanaan tidak lanjut dari bimbingan.
Teknik
yang biasa digunakan dalam proses bimbingan terdiri dari : 1) teknik bimbingan
verbal.yang paling utama harus dikuasai adalad teknik komunikasi.Salah satu
prinsip dalam teknik komunikasi ialah konselor mengkomunikasikan maksud
pengumpulan data pada klien.2)teknik bimbingan non-verbal.
3)
Langkah Kegiatan Penyuluhan Islam
Terdapat
beberapa aspek dalam menyusun atau membuat perencanaan penyuluhan agama,yaitu
membuat rencana penyuluhan agama dan prosedur menyusun rencana penyuluhan
agama,terdapat enam langkah yang dimaksud diantaranya :1) menemukan minat dan
kebutuhan bersama para calon para peserta penyuluhan agama 2) mengmbangkan
pokok penyuluhan agama 3) menentukan sasaran penyuluhan agama 4) memilih sumber
yang sesuai 5) memilih teknik penyuluhan agama 6) menyusun jalannya rangkaian
acara.
Sesudah
rencana tersusun perlu diperhatikan dalam penyiapan jumlah peserta
penyuluhan,sasaran peserta penyuluhan,keadaan para peserta,jangka waktu
penyuluhan,tempat,fasilitas,peralatan,bahan,informasi,kepada peserta.
4)
Komunikasi Penyuluhan Islam
Ada dua
kategori proses komunikasi ditinjau dari
dua perspektif :
· Proses
komunikasi perspektif pada diri komunikator dam komunikan.
Dalam diri
komunikator terjadi proses yang terdiri dari aspek pesan (pikiran) dan aspek
lambang sebagai isi pesan (bahasa).Proses mengemas atau membungkus pikiran
dengan bahas yang dilakukan oleh komunikator.komunikan membedah pesan yang
diterima dari komunikator yang berisi pikiran komunikator.
· Proses komunikasi
perspektif mekanistik
Ketika
komunikator menyampaikan pesan dengan lisan,kemudian ditangkap oleh komunikan.Penangkapan
pesan dilakukan oleh indra telinga atau indera mata, bergantung pada situasi
dan kondisi.Perspektif mekanintis ini diklasifikasikan menjadi proses
komunikasi primer (penyampaian pikiran menggunakan satu simbol) dan proses
komunikasi sekunder (penyampaian pesan menggunakan alat dan sarana sebagai
media kedua).
Secara
teoritis dapat diklasifikasikan menurut bentuk atau macamnya yang didasarkan
pada prinsip,komponen,dan teknik berkomunikasi diantaranya : 1) komunikasi
tatap muka 2)komunikasi interpesonal 3) komunikasi kelompok 4) komunikasi massa.
5)
Perumusan Tujuan Strategi Komunikasi
Tujuan
umumnya disusun dalam tiga tingkatan,yaitu : 1) Tujuan umum,berupa pernyataan
umum,ideal dan kualitatif tentang tujuan program. 2) Tujuan khusus,berupa cara
khusus mencapai tujuan umum. 3) tujuan komunikasi,berupa pernyataan yang
merinci khalayak yang dituju.
6)
Penyusunan Pesan Komunikasi
Pada
dasarnya pesan komunikasi memuat keseluruhan informasi yang disampaikan pada
khalayak.Dalam penyampaian pesan mesti mempertimbangkan isi atau muatan yang disampaikan.Oleh
karena itu isi pesan yang dianggap baik adalah berdasarkan pengetahuan awal
mengenai kebutuhan komunikasi akan informasi atau kandungan informasi apa yang
diharapkan oleh khalayak.pesan mesti dirumuskan dengan cermat dengan cara
membuat kandungan pesan mudah diingat,membujuk,serta membangkitan serta memaksa
emosional sasaran.
7)
Strategi Penyampaian Pesan Komunikasi
Himbauan
lebih efektif untuk situasi spesifik tertentu dalam menyampaikan pesan.Tipe
himbauan tersebut : 1) pendekatan emosional (menarik perhatian khalayak) versus
rasional (meyakinkan khalayak untuk bertindak) 2) pendekatan masal (menekankan
pembenaran khalayak atas perilaku yang diharapkan) versus individual(menekankan
kesediaan individu melakukan perubahan sikap ke arah lebih baik) 3) pendekatan
humoris versus serius 4) pendekatan satu pihak versus dua pihak 5) kesimpulan
pasti versus kesimpulan terbuka.
8)
Pemilihan media komunikasi
Media
komunikasi adalah saluran yang digunakan dalam komunikasi,saait ini media
komunikasi sudah banyak ragamnya diantaranya : media cetak,media
elektronik,cyber media internet,media antar pribadi,media massa
tradisional,dll.
B.
Evaluasi Program bimbingan dan Penyuluhan Islam
Evaluasi
merupakan pencapaian program serta mendeteksi permasalahan dan hambatan
sehingga dapat memperkuat,melanjutkan,dan memodifikasi program guna menghindari
kekeliruan.Evaluasi adalah serangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan data,dan
penyimpulan analisi data.jenis-jenis evaluasi yang dapat digunakan adalah :
1) evaluasi
formatif untuk membantu menjawab pertanyaan tentang apa kelemahan dan kekuatan
program sebelum dilaksanakan secara penuh. 2) evaluasi proses pemantauan yang
dilakukan ketika pelaksanaan program berlangsung. 3) evaluasi summative
dilakukan pada akhir program.hasil evaluasi dalam bentuk informasi tentang
hasil dari program akan memberikan bukti tentang efektivitas program. 4)
evaluasi dampak digunakan untuk menganalisis hasil serta menentukan apakah
program diterima atau tidak,apakah mencapai tujuan jangka panjang atau tidak.
!
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan merupakan
suatu hal yang harus dilakukan secara profesional,oleh karenanya sangat penting
untuk kita mempelajari dan menguasai langkah-langkah yang telah disebutkan
diatas dari mulai memahami strategi yang akan digunakan,perencanaan yang
matang,proses kegiatan sampai evaluasi kegiatan.
!
Dalam setiap akhir kegiatan diperlukan adanya evaluasi
guna mengetahui kekurangan dari kegiatan yang telah lalu dan memperbaiki, memperbaharui,serta
memprediksi bagaimana kegiatan yang akan datang agar lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar