Konseling

Secara Etimologi,Konseling berasal dari bahasa Latin “Consilium” yang artinya “Dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”.Sedangkan dalam bahasa AngloSaxon istilah konseling berasal dari “Sellan” yang berarti “Menyerahkan” atau “menyampaikan”.
Konseling secara Historis memiliki arti memberi nasehat,seperti penasehat hukum,penasehat perkawinan,dan penasehat kemping anak-anak pramuka.Kemudian Nasehat itu berkembang ke bidang-bidang lainnya.Pengertian konseling dalam kegiatan-kegiatan tersebut menekankan pada nasehat,mendorong,memberi informasi,menginterpretasi hasil tes dan analisa psikologi.Kemudian Anglish & English  pada tahun 1958 mengemukakan art konseling adalah "Suatu hubungan antara seseorang dan orang lain agar memahami masalah dan memecahkan masalahnya dalam rangka penyesuaian dirinya."
Lalu...
Apa yang dimaksud dengan BK (Bimbingan Konseling) dan BKI (BImbingan Konseling Islam)???
Simak pembahasan dibawah ini.
1.    Definisi BK dan BKI
Definisi BK
      Rochman Natawidjaja mendefinisikan bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. Supaya individu dapat memahami dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat.
      Bimo Walgito mengemukakan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan di dalam kehidupannya agar dapat menyesuaikan kesejahteraan hidupnya.
Definisi BKI
                BKI adalah proses pemberian bantuan secara profesional oleh konselor muslim terhadap konseli dalam suasana terapeutik Islami agar konseli dengan kekuatannya sendiri melalui keyakinan keagamaannya (Islam) dapat mengatasi masalah yang di hadapi sehingga selamat bahagia dunia akhirat.
                Menurut Fakhruddin asal kata irsyad,yaitu al-irsyad berarti petunjuk,kebenaran ajaran,dan bimbingan dari Allah SWT. Yang mengandung suasana kedekatan antara pemberi dan penerima al-irsyad.
                Bimbingan Islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Konseling islami adalah layanan bantuan pada konseli untuk mengenal memahami keadaan dirinya atau hakikatnya atau memahami kembali dirinya dengan kata lain mengingatkan konseli kembali akan fitrahnya.
                Pakar lainnya,Drs. H. Isep Zainal Arifin, M.Ag mendefinisikan bimbingan yang erat kaitannya dengan konseling islami, yaitu Irsyad Islami yang berarti proses pemberian bantuan terhadap diri sendiri (Irsyad Nafsiyah), individu (Irsyad Fardiyah), atau kelompok kecil (Irsyad Fi’ah qalilah) agar dapat keluar dari berbagai kesulitan untuk mewujudkan kehidupan pribadi, individu dan kelompok yang salam, hasanah tayibah dan memperoleh raidha Allah dunia akhirat. pemberian bantuan tersebut dapat berupa ta’lim, tawjih, nashihah, maw’izhah, dan isytisyfa dalam bentuk internalisasi dan transmisi pesan-pesan Tuhan.
Perbedaannya
                Bimbingan konseling umumnya berlandaskan filsafat,atas dasar pemikiran manusia,tidak dihubungkan dengan ajaran agama,layanan bersifat keduniawian,teori didasarkan atas pengalaman masa lalu.
                Bimbingan konseling islam berlandaskan al-qur’an,as-sunnah,aktifitas akal dan pengalaman,layanan merupakan ibadah,menyelaraskan kehidupan dengan ketentuan Allah.
2.    Landasan, asas, tujuan, fungsi dan ruang lingkup BKI
Landasan
                Landasan utama Bimbingan dan Konseling Islami adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul yang merupakan landasan naqliyah,sedangkan landasan aqliyahnya ialah filsafat islam dan ilmu.
Asas
1.       Asas Kebahagiaan Dunia dan Akhirat : Bagi seorang muslim,kebahagiaan duniawi hanyalah bersifat sementara,tujuan utama adalah kebahagiaan akhirat yang merupakan kebahagiaan hakiki.Karena itu islam mengajarkan hidup dalam keseimbangan ,keselarasan antara kehidupan keduniaan dan keakhiratan.
2.       Asas Fitrah
Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah,bimbingan konseling dibutuhkan untuk membantu klien agar mengenal dan memahami fitrahnya manakala pernah tersesat dan menghayatinya sehingga mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat karena bertingkah laku sesuai fitrahnya.
3.       Asas Lillahi Ta’ala
Bimbingan dan konseling islami diselenggarakan semata-mata karena Allah.Konsekuensinya, pembimbing harus melakukan tugasnya dengan ikhlas tanpa pamrih,begitu juga yang dibimbing harus menerima dan meminta bimbingan dengan ikhlas dan rela,karena semua pihak merasa bahwa semua yang dilakukan untuk pengabdian pada Allah semata.
4.       Asas Bimbingan Seumur Hidup
Dalam kehidupannya, manusia pasti menemui kesulitan dan kesusahan oleh karena itu bimbingan dan konseling sangat diperlukan.
5.       Asas Kesatuan Jasmani dan Rohani
Manusia merupakan kesatuan jasmani dan rohani.Bimbingan Konseling islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmani dan rohani.
6.       Asas Keseimbangan Rohani
Bimbinngan Konseling Islami membantu klien memperoleh keseimbangan diridalam segi mental rohaniah.Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya.
7.       Asas Kemaujudan Individu
Bimbingan Konseling Islami berlangsung pada citra manusia menurut islam,memandang individu merupakan maujud(eksistensi) tersendiri.Individu mempunyai hak,mempunyai perbedaan dengan individu lainnya,mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampuan fundamental potensial rohaniahnya.
8.       Asas Sosialitas manusia
Sosialitas manusia diakui dengan memperhatikan hak individu dan hak individu juga diakui dalam tangggung jawab sosial.
9.       Asas Kekhalifahan Manusia
Manusia dipandang sebagai mahluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya.Kedudukanmanusia sebagai khalifah dalam keseimbangan dan kedudukannya sebagai makhluk Allah yang harus mengabdi padaNya.
10.   Asas Keselarasan dan Keadilan
Islam menghendaki manusia berlaku adil pada hak dirinya sendiri,hak orang lain,hak alam semesta dan juga hak Tuhan.
11.   Asas Pembinaan Akhlaqul Karimah
Bimbingan Konseling Islami membantu klien memelihara,mengembangkan,menyempurnakan sifat-sifat mulia yang ada pada diri manusia.
12.   Asas Kasih Sayang
Rasa kasih sayang yang dimiliki manusia dapat mengalahkan dan menundukan banyak hal.Bimbingan Konseling Islam berlandaskan kasih sayang agar mencapai keberhasilan.
13.   Asas Saling Menghargai dan Menghormati
Pada dasarnya,konselor dan klien adalah sederajat,perbedaan terletak pada fungsinya saja.Hubungan yang terjalin antara keduanya merupakan hubungan saling menghormati sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai mahluk Allah.
14.   Asas Musyawarah
Antara konselor dan klien ada dialog yang baik,satu sam lain tidak saling mendiktekan,tidak ada perasaan tertekan dan keinginan tertekan.
15.   Asas Keahlian
Bimbingan Konseling Islami dilakukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut.

Tujuan
                Secara garis besar,tujuan bimbingan dan konseling islami ialah membantu individu mewujudkan dirinya sebagai manusia seutuhnya agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Tujuan khususnya ialah membatu individu menyelesaikan masalah,membantu individu memelihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang baik atau yang telah baik agar tetap baik atau menjadi lebih baik,sehingga tidak akan menjadi sumber masalah bagi dirinya dan orang lain
Fungsi
1.       Fungsi preventif : membantu individu menjaga atau mencegah masalah bagi dirinya.
2.       Fungsi Kuratif atau Korektif : membantu individu memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
3.       Fungsi preservatif : membantu individu menjaga kondisi yang semula tidak baik (ada masalah) menjadi baik (terpecahkan)dan kebaikan itu bertahan lama.
4.       Fungsi developmental : membantu individu memalihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang telah baik agar tetap baik atau menjadi lebih baik sehingga memungkinkan tidak muncul masalah.
Ruang lingkup
1.       Pernikahan dan keluarga : ikatan dalam keluarga merupakan manfaat tapi juga mengandung madarat,tentu saja hal ini membutuhkan bimbingan.
2.       Pendidikan : Dalam proses balajar baik formal maupun nonformal kerapkali memunculakan problem-problem yang membutuhkan penanganan dan bimbingan.
3.       Sosial : Kehidupan kemasyarakatan seringkali menimbulkan permasalahan.
4.       Pekerjaan : Manusia perlu mencari pekerjaan yang mendatangkan manfaat dan mengembangkan profesinya,hal ini juga seringkali menimbulkan masalah.
5.       Keagamaan : Sebagai makhluk religius,anusia memiliki kehidupan keberagamaan yang terkadang memunculkan masalah dan menyulitkan individu.

Referensi :

Aunur Rahim Faqih.Bimbingan dan Konseling Dalam Islam.2001.Yogyakarta :LPPAI
Willis,Sofyan.Konseling Individual Teori dan Praktek.2013.Bandung : Alfabeta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar