Program spiritual care di berbagai rumah sakit di Indonesia
masih tertinggal jauh dengan luar negeri.walaupun di Indonesia mayoritas
beragama islam tetapi lebih sekuler dari Negara barat.Beberapa asumsi sekuler
tersebut adalah:1)Masalah ibadah pasien bukan tanggung jawab rumah sakit
melainkan tannggung jawab pribadi dan keluarga.2)Pihak rumah sakit tidak bisa
memaksa pasien untuk beribadah,mereka hanya menjadi fasilitator saja.3)Perawat
ataupun dokter tidak memiliki tanggung jawab apapun tentang keagamaan dan
spiritual karena tidak terkait dengan profesi melainkan hanya tanggung jawab
moral.4)Layanan spiritual hanya komplemen.5)Profesi petugas layanan keagamaan
tidak memiliki posisi signifikan.6)Profesi petugas layanan kerohanian dipandang
rendah karena tidak memiliki keilmuan professional dibandingkan perawat.
Menurut fakta dan suasana di lapangan hal tersebut diperburuk oleh
banyaknya perawat yang belum memahami dengan jelas konsep spiritualitas dan
relijiusitas,perawat tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten
karena,praktik asuhan spiritual sulit di temukan karrena pergeseran budaya
pelayanan kesehatan hanya sekedar bisnis saja,kesulitan SDM,manajemen rumah
sakit yang tidak mendukung,belum ada kordinasi dan kerjasama pihak terkait yang
memikirkan layanan spiritual,perawat tidak memiliki dasar disiplin layanan
spiritual care,kesadaran dan minat perawat masih rendah untuk memberikan layanan
spiritual care.
Psikologi orang sakit
a.
Muncul
perasaan takut : Munculnya berbagai prasangka di sebabkan munculnya berbagai
symptom atau gejala.
b.
Cemas
dan Menarik diri : Jika symptom tidak dapat diatasi maka akan menguat ditandai
dengan muncul kecemasan.Untuk mengurang kecemasan maka orang akan menarik diri
c.
Egosentris
: Ditunjukkan dengan banyak mempersoalkan diri dan tidak mendengarkan orang
lain.
d.
Sensitif
dan cenderung emosional: Pempersoalkan hal-hal yang kecil sebagai dampak
terganggunya siuasana psikologis.
e.
Perubahan
Persepsi : Perubahan ini mempengaruhi pola perilaku,bisa positif bisa negative.
f.
Berkurangnya
minat: Seorang yang sakit mempresepsikan negative bahwa penyakitnya menimbulkan
hambatan berat dalam melakukan aktifitas,maka berkuranglah minat
Tahapan Perilaku dan Logika Orang Sakit
a.
Simptomsis:
Adanya gejala dan tanda sakit.awalnya penderita tidak akan menghiraukan,namun
dalam jangka waktu lama Ia akan menyikapi dan memikirkanyya kemudian
mengatasinya,jika tidak berhasil akan mencari legitimasi.
b.
Vonis
: Penderita hanya akan memastikan kebenaran penyakitnya,dapat diatasi atau
tidak.Kemungkinannya akan menolak atau menerima,tapi jika yang menyatakannya seorang
ahli maka mau tidak mau Ia akan menerima.
c.
Berobat:
Penderita akan mengalami konflik.Ia menginginkan sembuh tapi tidak ingin
berobat.proses yang terkadang panjang ini akan menghasilkan kejenuhan hingga
frustasi
d.
Ketergantungan:
Penderita mengambil sikap salah satunya menyerahkan dirinya sepenuhnya pada
dokter agar Ia sembuh.
e.
Recovery
dan Rehabilitasi : Fase pemulihan daan perbaikan,biasanya setelah itu akan
merubah pola hidup.
Dampak Sakit
a.
Ekonomi
dan Keuangan : Pengeluaran yang tidak terduga karena mahalnya pengobatan.
b.
Pekerjaan
dan status social :Seseorang bisa kehilahan pekerjaan,posisis,jabatan dan
profesi karena dianggap sudah tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik.
c.
Psikologis:
Akibat terbatasnya aktifitas fisik akan menimbulkan kejenuhan,stress dan
kecemasan yang berat hal ini diawali dengan konflik dalam dirinya.
d.
Otonomi
dan privasi : Ada pasien yang ketergantungan ada juga yang merasa nyaman dengan
kondisi rumah sakit.
e.
Terjadinya
pola gaya hidup:Misalkan seseorang menjadi melakukan kebiasaan sehat
Psikologi Kematian
Kematian menghentikan empat komponen yaitu: proses kehidupan
manusia,proses biological tubuh (irrevesity),hilangnya status,matinya semua sel
badan (kematian somatic).
Secara umum kematian dikatakan lanyapnya proses
biological,pikologikal dan proses social.Secara mistik dikaitkan dengan masalah
tahayul.Dari segi agama ada yang mengaitlan dengan masalah gaib.Dari segi
psikologi,psikologi tidak melihat kehidupan setelah mati melainkan sikap dan
pandangan manusia terhadap kematian.salah satu kepercayaan mengatakan bahwa
kematian merupakan penggerak seseorang untuk beragama.
Jenis-jenis kematian dapat meliputi :Kematian penyakit,kematian tak
diduga,kematian perkembangan umur,dan kematian disengaja.
Beberapa tahapan saat manusia mengetahui kematian : Shock dan tidak
percaya,tawar menawar,menolak,bargaining dan tidak berdaya dan menerima.
RESUME PERKULIAHAN
Arifin,Isep Zaenal.Dasar-Dasar Keperawatan Rohani Islam untuk Pasien di Rumah Sakit.2014.Bandung : Kasidah Cinta.hal 45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar