Kamis, 21 Mei 2015

Perkembangan Spiritual Care di Indonesia

Program spiritual care di berbagai rumah sakit di Indonesia masih tertinggal jauh dengan luar negeri.walaupun di Indonesia mayoritas beragama islam tetapi lebih sekuler dari Negara barat.Beberapa asumsi sekuler tersebut adalah:1)Masalah ibadah pasien bukan tanggung jawab rumah sakit melainkan tannggung jawab pribadi dan keluarga.2)Pihak rumah sakit tidak bisa memaksa pasien untuk beribadah,mereka hanya menjadi fasilitator saja.3)Perawat ataupun dokter tidak memiliki tanggung jawab apapun tentang keagamaan dan spiritual karena tidak terkait dengan profesi melainkan hanya tanggung jawab moral.4)Layanan spiritual hanya komplemen.5)Profesi petugas layanan keagamaan tidak memiliki posisi signifikan.6)Profesi petugas layanan kerohanian dipandang rendah karena tidak memiliki keilmuan professional dibandingkan perawat.
Menurut fakta dan suasana di lapangan hal tersebut diperburuk oleh banyaknya perawat yang belum memahami dengan jelas konsep spiritualitas dan relijiusitas,perawat tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten karena,praktik asuhan spiritual sulit di temukan karrena pergeseran budaya pelayanan kesehatan hanya sekedar bisnis saja,kesulitan SDM,manajemen rumah sakit yang tidak mendukung,belum ada kordinasi dan kerjasama pihak terkait yang memikirkan layanan spiritual,perawat tidak memiliki dasar disiplin layanan spiritual care,kesadaran dan minat perawat masih rendah untuk memberikan layanan spiritual care.
Psikologi orang sakit
a.       Muncul perasaan takut : Munculnya berbagai prasangka di sebabkan munculnya berbagai symptom atau gejala.
b.      Cemas dan Menarik diri : Jika symptom tidak dapat diatasi maka akan menguat ditandai dengan muncul kecemasan.Untuk mengurang kecemasan maka orang akan menarik diri
c.       Egosentris : Ditunjukkan dengan banyak mempersoalkan diri dan tidak mendengarkan orang lain.
d.      Sensitif dan cenderung emosional: Pempersoalkan hal-hal yang kecil sebagai dampak terganggunya siuasana psikologis.
e.       Perubahan Persepsi : Perubahan ini mempengaruhi pola perilaku,bisa positif bisa negative.
f.       Berkurangnya minat: Seorang yang sakit mempresepsikan negative bahwa penyakitnya menimbulkan hambatan berat dalam melakukan aktifitas,maka berkuranglah minat

Tahapan Perilaku dan Logika Orang Sakit
a.       Simptomsis: Adanya gejala dan tanda sakit.awalnya penderita tidak akan menghiraukan,namun dalam jangka waktu lama Ia akan menyikapi dan memikirkanyya kemudian mengatasinya,jika tidak berhasil akan mencari legitimasi.
b.      Vonis : Penderita hanya akan memastikan kebenaran penyakitnya,dapat diatasi atau tidak.Kemungkinannya akan menolak atau menerima,tapi jika yang menyatakannya seorang ahli maka mau tidak mau Ia akan menerima.
c.       Berobat: Penderita akan mengalami konflik.Ia menginginkan sembuh tapi tidak ingin berobat.proses yang terkadang panjang ini akan menghasilkan kejenuhan hingga frustasi
d.      Ketergantungan: Penderita mengambil sikap salah satunya menyerahkan dirinya sepenuhnya pada dokter agar Ia sembuh.
e.       Recovery dan Rehabilitasi : Fase pemulihan daan perbaikan,biasanya setelah itu akan merubah pola hidup.
Dampak Sakit
a.       Ekonomi dan Keuangan : Pengeluaran yang tidak terduga karena mahalnya pengobatan.
b.      Pekerjaan dan status social :Seseorang bisa kehilahan pekerjaan,posisis,jabatan dan profesi karena dianggap sudah tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik.
c.       Psikologis: Akibat terbatasnya aktifitas fisik akan menimbulkan kejenuhan,stress dan kecemasan yang berat hal ini diawali dengan konflik dalam dirinya.
d.      Otonomi dan privasi : Ada pasien yang ketergantungan ada juga yang merasa nyaman dengan kondisi rumah sakit.
e.       Terjadinya pola gaya hidup:Misalkan seseorang menjadi melakukan kebiasaan sehat
Psikologi Kematian
Kematian menghentikan empat komponen yaitu: proses kehidupan manusia,proses biological tubuh (irrevesity),hilangnya status,matinya semua sel badan (kematian somatic).
Secara umum kematian dikatakan lanyapnya proses biological,pikologikal dan proses social.Secara mistik dikaitkan dengan masalah tahayul.Dari segi agama ada yang mengaitlan dengan masalah gaib.Dari segi psikologi,psikologi tidak melihat kehidupan setelah mati melainkan sikap dan pandangan manusia terhadap kematian.salah satu kepercayaan mengatakan bahwa kematian merupakan penggerak seseorang untuk beragama.
Jenis-jenis kematian dapat meliputi :Kematian penyakit,kematian tak diduga,kematian perkembangan umur,dan kematian disengaja.

Beberapa tahapan saat manusia mengetahui kematian : Shock dan tidak percaya,tawar menawar,menolak,bargaining dan tidak berdaya dan menerima.

RESUME PERKULIAHAN
Arifin,Isep Zaenal.Dasar-Dasar Keperawatan Rohani Islam untuk Pasien di Rumah Sakit.2014.Bandung : Kasidah Cinta.hal 45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar