Nda.. singkatan dari Bunda, ibu dari ketiga kakakku, bukan ibuku, maksudnya bukan ibu kandungku. Tapi aku juga ikut memanggilnya nda. Aku dan ketiga kakakku memiliki satu Ayah yang sama. Jadi singkatnya, aku adalah anak dari istri kedua Ayah, tapi tinggal dan diasuh oleh istri pertamanya, yaitu nda. Kata ayah, mama (ibu kandungku) ada di Palembang, tapi entah Palembang sebelah mana. Beliau menyerahkan sepenuhnya pengasuhan ku pada ayah ketika usiaku lima tahun. Lalu menghilang. Dan diasuhlah aku oleh nda, ibu tiriku. Bagi kebanyakan orang image ibu tiri itu adalah ibu yang jahat seperti di sinetron atau film-film, tapi di dunia nyata tidak begitu,banyak ibu tiri yang baik, seperti nda. Nda adalah ibu yang sangat penyayang, sabar dan pemaaf. Aku sangat bersyukur mengenal dan diasuh olehnya. Waktu SMP, pernah aku sok sok an ikut lomba puisi tentang ibu, alih alih menceritakan ibu kandungku, aku lebih senang menceritakan nda.
Terimakasih bunda,
atas segala kasih sayang tulus yang kau beri padaku.
Terimakasih bunda,
atas waktu berharga yang kau bagi untukku bersama kakak kakakku.
Terimakasih bunda,
Kau sudah mau bermain denganku
Terimakasih bunda,
Kau juga menjadi guru terbaik bagiku
Terimakasih bunda,
Kau juga koki serta perawat hebat untuk kami
Aku sayang bunda, karena Allah
Apalah arti puisi abal-abalku ini bagi kalian. Maklum aku hanyalah remaja laki-laki yang punya kata-kata segitu-gitunya, tapi cintaku pada bunda amatlah besar.
Jumat, 30 Agustus 2019
Terimakasih Bunda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar