RESUME BUKU
Judul : ESTETIKA ISLAM : MENAFSIRKAN
SENI DAN KEINDAHAN
Diterjemahkan
dari Islamic Aesthetics
Penulis : Oliver Leaman
Penerjemah : Irfan Abu Bakar
Penerbit : Mizan Media Utama
Tahun
Terbit : 2005 cet I
MENAFSIRKAN SENI DAN KEINDAHAN ESTETIKA ISLAM
Salah satu konsep kunci estetika adalah sama dengan salah satu
konsep agama,yaitu “Cara memandang sesuatu sebagai sesuatu yang lain”Yakni
bahwa sesuatu iytu tidak sekadar sesuatu tetapi juga menyimpulkan atau yang
berkaitang dengan yang lain,yang lebih besar atau yang lebih kecil,yang lebih
yang lebih luas atau lebih dalam.Cara itu menyangkut model atau gambaran
memandang sesuatu serta ikhtiar pemindahannya dalam penciptaan karya seni.
Seni Islam terus menerus dijelaskan dalam istilah-istilah luar
estetika yang sama sekali tidak memiliki kaitan penting dengan seni.Boleh jadi
hal ini merupakan istilah-istilah politik,keafgamaan,tasawuf atau ekonomi
tetapi semua penjelasan ini bukanlaestetika.
Islam didasarkan pada sebuah kitab yang kata-kata dalam kitab
tersebut sangat penting dalam dunia islam sehingga reproduksi kitab tersebut
sangat dikerjakan dengan hati-hati.Tapi klaim ini sama sekali terkait dengan
kualitas estetik
Sebelas Kesalahan Umum tentang seni islam
1. Islam dapat di definisikan : Isu Esensialisme
Tidak mudah bagi seseorang yang meneliti tentang islam untukj
mengetahui karakter islam yang permanen dan abadi.Menurut Nasr “Jika sebuah agama harus berbeda dengan agama
lainnya Makaada sesuatu yang khas yang berkenaan dengan agama tersebut yang
membuatnya berbeda dan ciri khas ini harus menjadi sesuatu yang tidak berubah.Tetapi
ketika meneliti keragaman perilaku yang dikelompokan sebagai islami sulit
dipastikan bahwa karakterisasi keyakinan mencakup penafsiran tentangnya.Pasti
ada dalam islam initi umum yang merangkul semuanya .Wittgenstein”Hanya
melihat,dan jika kita melihat kita tidak menemukan apa yang ingin kita temukan”
2. Tidak ada estetika Islam
Grabar berpendapat bahwa estetika tidak dapat ditafsirkan karena
tidak mengetahui banyak tentang masyarakat yang dimaksud dan apa yang
dipikirkannya.Untuk memahami sebuah karya seni kita harus memahami proses
mental sang seniman.Lebih mudah sekiranya untuk menyaring esensi islam.Mengakui
esensi islam terkandung dalam apa yangdipandang sebagai seni islam lalu
menelusuri kebudayaan islam ndan menunjukkan ciri-ciri yang umum didalamnya.
3. Seni islam pada intinya Tasawuf
Banyak penulis berpendapat bahwa sufisme mewakili inti
islam,sufisme menekankan yang spiritual,mengorbankan yang materil,memenangkan
yang esoteric,mengalahkan yang eksoteris dan mengutamakan kezuhudan.Sufisme
menghargai keragaman dan mengakui keterbukaan dunia.Menekankan definisi
tertentu mengenai islam mengenai artefak termasuk artefak keagamaan sama saja
menyimpangkan prinsip universal sufosme sendiri.
4. Terdapat bentuk-bentuk khas seni islam
5. Seni islam pada dasarnya religius
6. Lukisan Islam sangat berbeda dari lukisan lain
Islam sebagai agama baru,peranannya sebagai puncak dari agama-agama
sebelumnya.Sebagai agama baru,islam bisa saja menggunakan seni yang serupa
dengan agama-agamaa sebelumnya dan memang dalam banyak segi telah melakukannya.Islam
juga harus menampilkan dirinya berbeda
an membuat label merk baru.Hal ini membutuhkan sesuatu yang dapat
membuat para pengguna produk untuk mengakuinya.
7. Seni islam adalah seni yang lain
Gagasan mengenai seni islam adalah”Seni yang Lain” bisa mengarah
pada positif ataupun negative,tapi kemanapun arahnya gagasan tersebut tidaklah
akurat.Ketika gagasan tersebut masuk dalam seni,yang ada adalah bahwa seni
islam dapat dilihat sebagai sangat inferior atau sangat superior dibandingkan
dengan seni lainnya.
8. Seni islam pada dasarnya minor
Banyak bentuk music dunia islam memunculkan banyak kreatifitas disbanding music Barat karena mereka lebih
banyak mengembangkan mentuk variasi bentuk ekspresi music dari pertunjukan ke
pertunjukan lain disbanding dengan yang biasa dalam tradisi klasik Barat.
9. Seni islam adalah atomistic
Keserasian dalam bentuk dan dekorasi adalah ciri penting dalam seni
islam.Contoh nya dalam bangunan masjid,tak seperti tempat ibadah lainnya yang
mengedepankan dekorasi.menghilangkan bentuk-bentuk dalam masjid bertujuan agar
para jamaahtidak memperdulikan dinding-dinding tapi khusu dalam ibadah mereka.
10. Kaligrafi adalah seni islam tertinggi
Pendapat bahwa kaligrafi sebagai seni islam tertinggi merujuk pada
banyaknya tulisan yang ada pada artefak dan banyaknya lukisan yang disertai
teks.Hal ini menunjukan bahwa tulisan sangat penting bagi suatu kesadaran
estetik islam karena tulisan ada dimana-mana.Kita dapat menolak gagasan yang
mengatakan bahwa tulisan hal vital bagi pemahaman estetik karya seni yang
diamati.Ia hanyalah perincian dari karya tersebut.Namun terkadang tulisan
menjadi penting,tanpanya karya seni tidak lengkap.Hal ini berlaku pada
slogan-slogan dangkal tapi yang ditulis dengan indah dan menjadi bagian dari
desain objek keseluruhan.Dengan kata lain,rumusan keagamaan dan puitis yang
indah dan dalam secara visual tidak begitu penting bagi karya seni dan tidak
perlu menjadi bagian pertimbangan kita ketika menilainya secara
estetik.Kaligrafi bukan seni islam tertingggi.
11. Ada ketakutan akan kekosongan dalam seni islam
Seni
islam tidak menyukai ruang kosong dan mempunyai sikap yang sangat positif terhadap
bentuk-bentuk geometris meskipun tidak digunakan secara alami dalam konterks
tertentu.Ide ini muncul berdasarkan fakta banyaknya seni dekorasi islam yang
rumit.
Tuhan Pencipta,Kaligrafi dan Simbolisme
Dalam Teori Kasb (perolehan) yang dikembangkan para teolog
asy’ari menyatakan bahwa hanya Tuhan semata yang berbuat,sedangkan perbuatan
manusia diperoleh dari perbuatan Tuhan.Hal ini berarti bahwa segala yang
terjadi termasuk tindakan sadar manusia merupakan perbuatan Tuhan.Namun
mengenai kekuasaan Tuhan dan kekuasaan makhluk masih menjadi perdebatan yang
sudah biasa dalam Teologi Islam.
Paling tidak terdapat tiga istilah untuk penciptaan.yaitu Khalq,berkaitan
dengan penciptaan dalam arti memahami kemungkinan sesuatu dan pencipta sadar
akan kemungkinan yang terdapat dihadapannya sebagai bakal wujud,Bari,segala
yang menyangkut produksi.Mushawwir memperindah pada bentuk yang sudah
ada.hal ini paling berhubngan dekat dengan para seniman.
Hal yang juga sangat kontroversial dalam Teologi adalah berkenaan
dengan cara kita menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan sifat Tuhan
dengan sifat manusia.Menurut Ibnu Rusyd bahwa ketika kita menisbahkan suatu
sifat kepada Tuhan ,sifat tersebut harus digunakan secara paradigmatik.Dengan
demikian,Tuhan sebagai pencipta,misalnya merepresentasikan model pencipta
sempurna yang penciptaannya tidak mengenal batass,sedangkan manusia hanya dapat
mencipta secara terbatas.
Seni Kaligrafi sangatlah berkembang karena absennya seni Lukis
dalam Islamhal ini disebabkan oleh hambatan teologis dalam seni lukis disamping
karena bahasa Aran dan Al-qur’an sebagai pusatnya memiliki arti penting dalam
islam.Namun tidak ada alasan teologis yang menjelaskan mengapa gambar tidak
digunakan dan tidak ada alasan penting yang membuat al-qur’an dinobatkan
sebagai satu-satunya pusat estetik dalam Islam.Menolak Hujjah ini berarti
mengabaikan semua tradisi Islam yang dipenuhi dengan gambar dan kreatifitas,serta
memantulkan kebanggaan akan keahlian para seniman.Penyederhanaan ini
mengakibatkan pemahaman estetika Islam yang merosot ke Tingkat yang
menyedihkan.
Mengenai Simbolisme.Menurut Thomas Arnold,Islam tidak mengembangkan
bahas simbolis.Ettinghausen berpendapat simbolisme tidak memiliki signifikasi
besar terhadap tradisi Islam.Ia mengemukakan fakta bahwa para seniman Islam
sering dinisbahkan ebagai seniman murni dan keindahan karyanya karena terpantul
dari kemurnian itu sendiri.
Kembali pada isu kaligrafi.Sering dikatakan oleh banyak pengarang
bahwa kaligrafi merupakan bentuk seni islam yang pokok.Karena status istimewa
al-qur’an sebagai kalam Than yang disampaikan dalam bahasa Arab-maka
tulisan-bahasa Arab-itu sendiri memiliki status yang sama.Absennya gambar dalam
Islam telah menjelma menjadi ciri khas Islam itu sendiri.
Agama,Gaya dan Seni
Perdebatan mengenai kepalsuan dan kemurnian adalah hal yang lazim
dalam estetika budaya,dalam perdebatan ini tidak terlihat sesuatu yang khas
keagamaan atau khas Islam.Terdapat tiga argument yang menentang penggunaan seni
dalan budaya Islam:
1.
Penggambaran
Visual yang kreatif berakibat pada dikuasainya akal pikiran
Islam menekankan kedudukan penting akal dan akal menjalankan fungsi
penting dari agama.Aspek keajaiban al-qur’an adalah cara al-qur’an
mengkombinasikan bacan,tulisan,bunyi dan perilaku.Penekanan pada keseimbangan
ini dilemahkan oleh segala hal yang langsung memengaruhi perasaan-perasaan kita
sedemikian rupa sehingga sangat mungkin menguasainya.
2.
Pemusatan
pada gambar menghambat pemahaman hakikat segala seuatu
Kritik yang sering dibuat dalam filsafat islam tentang daya khayal
atau imajinasi,yang dianggap sebaagai proses berpikir penting bahwa apaa-apa
yang benar-benar tidak nyata adalah nyata,seperti ketika kita terbangun dari
mimpi karena meyakini realitas yang tampak jelas mengancam kita.
3.
Nabi
mencela pemberhalaan
Tidak
kurang bukti yang menunjukan kebencian Nabi terhadap penyrmbahan berhala.Ada
hadis yang membendingkan antara pemilikan gambar dan pemilikan anjing di rumah
keduanya dianggap menghalangi malakikat untuk masuk ke dalam rumah.Tidak jelas
mekna dari kritik gambar tersebut,namun bisa saja Nbi menekankan kesederhanaan
dalam desain interior dan desain secara umum atau boleh jadi Nabi mengingat penggunaan
gambar oleh agama-agama lain untuk tujuan-tujuan yang bersifat keagamaan.Salah
satu kelompok yang menentang pemberhalaan adalah Neo-Hanbali khususnya Ibn
Abdul Wahab.Abdul Wahab berhujah dengan bersumber tektual bahwa pemberhalaan
tidak hanya sekedar menyembah patung atau batu bahkan lebih dari itu mengandung
makna yang merusak dan membahayakan.Seni dapat mengalihkan,membingungkan dan
mengantar pada penyangsian otoritas.Seni bener-benar berhala dalam artian ia
dapat memberikan sejumlah permasalahan bahkan citra yang kemudian kita anggap
penting dan semua ini tidak terkait dengan Islam.
Seni mungkin berbahaya kalau dilihat dari sudut pandang agama dan
jika seni dapat menbuat sikap kita membahayakan kehidupan kita dan kehidupan
orang lain.Seni sering menghadirkan kesenangan karena mendorong kita
menggunakan imajinasi kita dan ini membuat kita mempersoalkan apakah kita dapat
menjalani bentuk kehidupan yang ada didalamnya agama hanya memainkan peran
sedikit.Seni adalah sesuatu yang menyenangkan dan jika ironi timbul sulit untuk
menilai kepercayaan dan pengalaman orang lain seserius sebelumnya.Karena itu
seni dapat dianggap sebagai sesuatu yang merusak keimanan karena keimanan dapat
berhenti pada prinsip dan gagasan yang tidak dipertimbangkan secara mendalam.
Sastra
Suatu bahasa adalah bahasa kiasan haya dengan memahami cara kerja
bahasa tersebut tidaklah cukup.Hanya
beberapa pengguna metafora dan alusi yang berhasil itupun hanya berlangsung
pada tingkat yang berbeda sehingga setiap ilmu puisi harus menjelaskan
bagaimana cara memperluas makna secara metaforis.Terjadi debat yang
berkepanjangan tentang sejauh mana bolehnya penggunaan bahasa secara
artifisial.Dalam debet ini beberapa ahli berpendapat bahwa sebaiknya bahasa
dibiarkan sealamiah mungkin,sedang yang lain lebih menyukai bahasa dikembangkan
lewat cara-cara yang tidak biasa atau artifisial.
Al-Qur’an seperti biasanya menjadi sebuah paradigma karena
bahasanya alamiah dan elok.Al-qur’an menggunakan pendekatan langsung dalam
pengungkapan bahasa dan makna yang dikandungnya,tapi bahasanya acap sangat
alusif.Kendati demikian,teks al-qur’an tidak selalu terkesan sepenuhnya
disususn secara artistic karena keindahan teks itu sendiri timbul sacara
alamiah dari konteks pengungkapan makna tertentu.Namun bagaimana pun sastra
yang dihasilkan oleh manusia tidak memiliki struktur sesempurna ini dan itu
menjadi tepat untuk mencoba menyerap teknik-teknik yang digunakan dalam rangka
mengkonstruk karya seperti itu dan menilai sukses atau tidaknya usaha kita.
Al-Qur’an adalah sebuah teks unik semata-mata karena ia berhasil
membuat bahasanya mudah dipahami oleh aneka ragam orang.Dalam Filsafat Islam
kegiatan ini mendorong munculnya kegiatan menganalisis teks berdasarkan
silogisme sehingga sebuah puisi dapat terlihat seperti penalaran
logis,setidaknya pada struktur dasarnya.Para filosof menyerang pretense ahli
tata bahasa Arab yang mencoba menjelaskan bagaimana bahasa di analisis sambil
berhujah nahwa tata bahas atidak sanggup menggali struktur dalam dari
bahasa,Hanya logika yang dapat melakukan hali itu dank arena itu hanya logika yang benar-benar
menjelaskan pada kita cara kerja puisi.Menurut mereka bersandar pada tata
bahasa sama dengan melakukan kesalahan psokologisma yang fatal karena tidak ada
hubungan yang serta merta antara sifat-sifat gramatikal bahasa dan bagaimana
semestinya kita menikapi sifat-sifat tersebut.
Sebuah tradisi puisi keagamaan yang betul-betul sukses dalam budaya
islam adalah sufi yang terus ditulis dan dikembangkan dengan berbagai tingkat
kesuksesan.Pada masa modern,penyair arab lebih banyak memposisikan diri mereka
sebagai wakil masyarakat.Puisi pada abad ke 20 berubah radikal,acap menolak
hal-hal klasik dan menerapkan simbol-simbol
baru yang sering kali tidak islami karena berasal dari mitologi puisi
jahiliyah dan Eropa.
Menurut Ibnu Rusd,puisi berada dalam urutan terbawah dari
bentuk-bentuk penalaran dalam organon karena puisi bersandar pada premis-premis
deduktif lemah yaakni yang terkait dengan kemampuan mencipta lompatan=lompatan
imajinasi tertentu yang dengan sendirinya bersandar pada keikutsertaan dalam
sebuah bentuk kehidupan tertentu.Bagi beberapa orang,argument ini akan sangat efektif
karena terdapat beberapa orang yang merasa mudah mengguankan imajinasinya,dan
dengan demikian sebuah sumber informasi tersedia bagi mereka melalui metode
ini.Al-Qur’an sebdiri benar-benar menggunakan puisi dengan tujuan membantu
orang-orang yang menilai penting puisi untuk memahami kebenaran yang
disampaikan oleh risalah Islam.
Hubungan puisi dengan agama barangkali merupakan aspek terlemah
dari gagasan peripetik tentang kebenaran dalam estetika.Karena puisi digunakan
dalam Al-Qur’an-Al-Qur’an bagaimanapun tidak bisa salah dan isinya pun
benar-benar menakjubkan-hal ini mengandaikan suatu sikap yang dapat
dipersoalkan terhadap apa yang kita temukan dalam Al-Qur’an.Paling tidak
berlaku pada puisi scriptural, dan puisi seperti ini menyambpaikan dengan baik
informasi yang pada akhirnya berperan sebagai sumber keselamatan bagi pembaca
dan pendengar.
Musik
Terdapat dua kubu
teori dasar music yaitu,kubu Al-Farabi dan Ibnu Sina serta kubu Ikhwan As-Shafa
dan Al-Kindi.Bagi Al-Kindi dan Ikhwan As-Shafa,music terkait dengan
kenyataan-kenyataan aritmetik dan samawi,music memiliki hubungan erat dengan
sesuatu yang nyata dan objektif yang merupakan sumber kekuatannya.Bagi
Ikhwan,musik yang di Bumi mencerminkan music yang dilangit dan menggambarkan
suatu jalan kearah kemajuan spiritual menuju dunia eksistensi yang lebih
tinggi.Menurut Al-Kindi,musik adalah sistem harmoni yang berhubungan dengan
keseimbangan lahiriah dan ermosional dan dapat digunakan sebagai terapi
keseimbangan.Ini jiga terkait dengan wujud yang benar-benar ada di dunia luar
dan ia dapat dinilai dari segi akurasi atau tidaknya.
Al-Farabi dan Ibnu
Sina menyikapi music sebagai sesuatu yang terpisah dari hal lain.Musik terkait
dengan bunyi dan cara-cara pengaturan bunyi yang dapat menghasilkan kesenangan
di telinga pendengarnya.Yang penting dari musik adalah kemampuannya membuat kita
menikmati bunyi.
Terdapat dua bentuk respon penonton yang terdapat dalam musik :
Pertama,respon yang aktif dan gaduh yang umumnya ditemukan di Timur Tengah dan
lebih banyak lagi terhadap musik sufi dibanyak tempak khususnya di Asia
Tenggara tempat sufisme sangat kental berpengaruh.Kedua,respon yang tenang
yakni tatkala perasaan emosi lebih banyak menyentuh pikiran pendengar daripada
raganya tetapi iapun sangat dipengaruhi oleh apa yang didengar.
Beberapa bentuk musik,tilawah,atau nyanyian jelas bersifat
relijius.Beberapa orang berpendapat bahwa tujuan pembacaan Al-Qur’an adalah
menghasilkan bentuk yang sesederhana dan semurni mungkin dari ayat-ayat itu
sendiri yang bagaimanapun merupakan kalam Tuhan yang sebenarnya.Pendekatan ini
berhujah bahwa ayat-ayat Al-Qur’an sangat memancarkan keindahan sehingga yang
harus dilakukan seseorang guna membawakan teks dengan cara yang indah adalah
melafalkannya dengan jelas.Ada pula pendukung pandangan bahwa ayat-ayat
A-Qur’an begitu indah sehinhgga harus dilafalkan dengan indah pula.
Ada perintah dalam Al-qur’an tentang bagaimana seharusnya Al-Qur’an
dibaca
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلً
“…..Dan bacalah Al-Qur’an dengan
perlahan-lahan/jelas” (Qs.AAl-Muzzamil:4)
Ayat ini menjadi prinsip yang
digunakan dalam pembacaan Al-Qur’an selama ini.Pembacaan Tartil menghasilkan
alur yang tetap,lembut berirama tapi tidak bermelodi dan penekanan terletak
pada kejelasan pengucapan kata.
Nabi jelas menghargai keindahan
tilawah ketika dilakukan oleh seorang yang berbakat,tetapi beliau mencela orang
yang menggunakan melodi puisi cinta dan nyanyian yang berlebihan.Jadi kemurnian
itu selalu penting.Sifat lisan Al-Qur’an dan arti penting cara melafalkannya
tidak terlalu ditonjolkan.Pembacaan ayat Al-Qur’an bukan sekedar pengulangan
kata karena hal itu dilakukan untuk membengkitkan emosi dan respon intelektual
dari pendengar.Penghafal Al-Qur’an tidak hanya seorang yang menghafalkan bunyi
teks,tapi juga mengamalkannya.Walaupun pembacaan Al-Qur’an tidak bersifat
musikal tapi acap menggunakan prinsip-prinsip musical.Tidak sulit mengenali
gaya yang berbeda ketika mendengaarkan pembaca yang beragam.
Kemukjizatan Al-Qur’an
Islam adalah agaa yang tidak biasa
karena memiliki suatu prinsip ajaran tentang hakikat teks sentralnya,Al-Qur’an
sebagai Mu’jizat.para pembela Islam yang mendalami Al-Qur’an mengungkapkan
bahwa Al-Qur’an tidak dapat ditandingi.Mereka yang memeluk Islam baik sekarang
maupun poada masa lampau memuji pengaruh yang dimiliki Al-Qur’an dan gagasan
gagasan yang mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kata-kata yang berasal dari
Tuhan memberikan Islam suatu dasar rasional dan dasar estetik.Bagaimanapun
gagasan ini kemudian membuat para muslim membela keyainannya,paling tidak
secara parsial berkenaan dengan keunggulan gaya Al-Qur’an.Gagasan ini pula yang
membuat kaum yang benar-benar beriman tidak lantas menerima sesuatu yang tidak
masuk akal hanya karena dikatakan sesuatu itu berasal dari Tuhan.
Islam sangat berbeda meskipun banyak
disebutkan riwayat tentang mu’jizat dalam Islam,mu’jizat utamanya adalah teks
AL-Qur’an itu sendiri.Dalam kitab suci Yahudi dan Kristen ada beberapa bagian
yang indah tapi ada juga bagian yang meenmosankan dan dibutuhkan keyakinan yang
amat kuat untuk mempercayai bagian yang sangat penting bagi keagamaan
seseorang.Dapat dikatakan bahwa sifat factual relayif dari agama yahudi dan Kristen
sangat bermanfaat karena ini membuat keduanya bersandar pada penerimaan
sejumlah fakta yang cukup berbeda yang diuraikan dan dibuat untk diterima atau
ditolak oleh para pemeluk potensial.Sebaliknua Islam kadang mengklaim bahwa
agama ini harus diterima karena kesempurnaan Al-Qur’an itu sendiri.
Tuhan telah mengutus Nabi-Nabi
terdahulu dan meskipun Nabi Muhammad adalah Nabi Terakhir bukan berarti
nabi-nabi terdahulu telah melakukan kesalahan.Jadi hamper tidak mengejutkan
bahwa bahasa Al-Qur’an tidak berbeda sama sekali dari wahyu
sebelum-sebelumnya.Hal ini tidak berarti bahwa Al-Qur’an adalah derivasi
bentuk-bentuk wahtyu tersebut tapi jelas bahwa Al-Qur’an bukan tidak
berhubungan dengannya.dan ini sama sekali bukanlah suatu kritik dalam Islam
atau Al-Qur’an.Sebenarnya Islam berada pada posisi yang menguntungkan jika
dibendingkan dengfan agama agama lain dalam hal ini.Karena Islam tidak melihat
dirinya sebagai agama pesaing tapi sebagai kulminasi dari beberapa agama
sebelumnya.Maka isu pengaruh atau derivasi bukanlah isu yang benar-benar
hidup,ketika isu tersebut diletakan dalam persoalan apakah kontruksi Islam atau
paling tidak sesuatu darinya berhutang pada factor-faktor terdahulu yang semasa
dengannya.
Bahasa Al-Qur’an berhubungan sangat
dekat dengan bahasa Arab Jahiliyah karena apabila tidak demikian maka mustahil
Islam dapat meraih pengikut sedemikian mudah.Disamping menggunakan bahasa Arab
Jahiliyah,Al-Qur’an juga menggunakan beberapa ide jahiliyah,dan sekali lagi
jika ini tidak terjadi maka teks Al-Qur’an tidak akan terbaca dan tidak ada
ummah yang muncul.
Ada pengaruh tertentu yang jika
ditemukan atau dibuktikan akan dapat menyebabkan pendiskreditan apa yang sudah
dipengeruhi misalnya,jika ditemukan bahwa Al-Qur’an sebenarnya disusun oleh
pribadi yang tidak ilahiah,maka pasti akan mengabaikan penjelasan tentang
asal-usul teks yang disampaikan oleh
Al-Qur’an sendiri.Atau jika ditemukan adanya derivasi dalam teks itu dalam teks
dan agama lain dan jika tidak ada yang istimewa pada teks tersebut maka ini
akan mejaddi serangan serius bagi peran luar biasa yang ditetapkan oleh teks
itu sendiri.Ini adalah kasus ketika kita pada dasarnya dapat menemukan
penemuapenemuan tentang teks keagamaan manapun dan penemuan itu dapat dengan
serius merendahkan arti penting teks dan agama bersangkutan.Islam diserang
dengan cara ini seperti juga banyak agama lain sehingga para pembela islam
berusaha merespon dengan hati-hati serangan seperti ini.Poin pertama yang harus
dibuat dalam sebuah teks seperti Al-Qur’an adalah bahwa betapa mustahilnya
sesuatu yang telah menguasai sejumlah besar pengikut dapat menjadi tidak lebih
dari sekadar campuran gagasan-gagasan yang sudah ada atau bahwa uraian dan
analisis yang sedemikian banyak tentang teks tersebut memungkinkan terjadinya
sesuatu yang pada akhitrnya sangat derivative.Capat dikatakan bahwa semua teks
agama besar dapat berfungsi sesuai dengan budaya yang dimiliki,teks tersebut
paling tidak harus dibuat dengan kedalaman yang cukup kuat untuk memerankan
pean peran yang dimainkannya dalam komunitas-komunitas.Ini tentu tidak
mengatakan apapun tentang asal-usul Ilahi dari teks tersebut,tapi ini banyak
berbicara tentang seberapa jauh klaim-klaim atas pengaruh menjadi
tuduhan-tuduhan.
Bahasa puitis dalam Al-Qur’an kendati
sangat berbeda dengan bahas Arab yang digunakan dalam puisi Jahiliyah.Teks-teks
agama juga tidak mudah untuk diterjemahkan karena makna yang dikandunnya
biasanya sangat banyak sehingga tidak dapat diterjemahkan atau bahkan bunyi-bunyi
teks itu sendiri.
Kasus yang banyak terjadi dalam
Al-Qur’an,bunyi Al-Qur’an sangat penting untuk memahami teks tersebut dan kita
harus mengingat bahwa pada masa awal-awal Islam,Al-Qur’an dihafal dan salinanya
hanya digunakan untuk membentu orang-orang beriman mengingat kembali bacaan
teks yang benar apabila mereka dihadapkan keraguan tentang bacaannya.Hal yang
membuat baca teks Al-Qur’an sangat penting pada waktu itu ialah bahwa teks-teks
bahasa Arab jarang sekali diberi tanda sehingga banya huruf vokal menimbulkan
keraguan kecualli setelah orang mengetahui makna sebenarnya dari istilah
itu.Dalam bhasa Arab banyak sekali kata yang memiliki huruf persis sama yang
kananya ditentukan oleh huruf vocal yang ditambahkan pada kata-kata
tersebut.Jadii Jika seseorang tidak mengetahui arti kata itu,ia tidak akan
mengetahui huruf vokal mana yang ditambahkan.
Ada
sejumlah mujizat dalam Al-Qur’an tentang keindahan gaya dan juga tentang
kebenaran dan hidayah dalam teks Al-Qur’an.Al-Qur’an memberikan karakter unik
pada AL-Qur’an itu sendiri,Disini kita akan fokus pada isu estetik dan
keindahan Al-Qur’an memberikan tantangan pada manusia agar membuar satu kitab
yang serupa dengannya atau yang lebih mudah atau satu surat yang serupa dengan
surat yang ada didalamnya (Qs.Al-Baqarah:23-24).Bahkan sekalipun manusia
bersekutu dengan jin untuk membuat sesuatu yang semisla dengan Al-Qur’an
niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya walaupun sebagian
mereke menjadi pembantu yang lain (Qs.Al-Isra 88).Konsekuensi bagi yang menolak
tanda-tanda yng diberikan Tuhan dalam Al-Qur’an sangat berat sehingga jika kita
tidak menerima Al-Qur’an,konsekuensinya kita akan menderita.
Menafsirkan Seni,Islam dan Filsafat
Banyak penulis modern tentang seni
Islam lebih teryarik pada sejarah daripada teori dan estetika.Begitu juga
penulis-penulis filsafat Islam.Alasan yang bagus untuk hal ini,orang
membutuhkan seperangkat ilmiah yang penting untuk mengatakan segala sesuatu menarik
tentang seni Islam dan tentang Filsafat Islam.Sebenarnya,hanya sedikit teks
yang tersedia dalam bahasa-bahasa Barat sehingga dengan begitu orang perlu
menguasai beberapa bahasa Timur agar dapat membaca karya-karya mereka sendiri
dan membahas konteks kultural mereka.
Kita mungkin melihat suatu
keramik dari suatu budaya yang tidak kita kenal sama sekali tapi kita tetap
merespon keindahan dan kemilaunya dengan cara cara yang jelas membawa latar
budaya yang tidak relevan dengan siapapun kecuali dengan orang yang ahli dalam
aspek-aspek budaya tersebut.Ini mengantar kita pada poin menarik tentang
perbandingan antara filsafat dan seni..
Kita cenderung berfikir bahwa seni
yang dapat dipahami setelah pembahasan yang panjang bukankah seni terbaik.Seni
yang hanya berhasil jika ditambahkan padanya sesuatu yang lain akan banyak
kehilangan spontanitas dan karakternya,seni seperti ini bisa digolongkan
sebagai seni minor yang sudah tentu menarik tapi tentu bukan seni kelas
satu.Begitu pula mengenai filsafat yang terbesar adalah filsafat yang
memberikan kita gagasan dan argument yang sulit untuk dinilai secara logis
tetapi tidaklah sesulit untuk dipahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar