Kamis, 21 Mei 2015

ESTETIKA ISLAM : MENAFSIRKAN SENI DAN KEINDAHAN

RESUME BUKU

Judul              : ESTETIKA ISLAM : MENAFSIRKAN SENI DAN KEINDAHAN
Diterjemahkan dari Islamic Aesthetics
Penulis            : Oliver Leaman
Penerjemah    : Irfan Abu Bakar
Penerbit          : Mizan Media Utama
Tahun Terbit : 2005 cet I


MENAFSIRKAN SENI DAN KEINDAHAN ESTETIKA ISLAM
Salah satu konsep kunci estetika adalah sama dengan salah satu konsep agama,yaitu “Cara memandang sesuatu sebagai sesuatu yang lain”Yakni bahwa sesuatu iytu tidak sekadar sesuatu tetapi juga menyimpulkan atau yang berkaitang dengan yang lain,yang lebih besar atau yang lebih kecil,yang lebih yang lebih luas atau lebih dalam.Cara itu menyangkut model atau gambaran memandang sesuatu serta ikhtiar pemindahannya dalam penciptaan karya seni.
Seni Islam terus menerus dijelaskan dalam istilah-istilah luar estetika yang sama sekali tidak memiliki kaitan penting dengan seni.Boleh jadi hal ini merupakan istilah-istilah politik,keafgamaan,tasawuf atau ekonomi tetapi semua penjelasan ini bukanlaestetika.
Islam didasarkan pada sebuah kitab yang kata-kata dalam kitab tersebut sangat penting dalam dunia islam sehingga reproduksi kitab tersebut sangat dikerjakan dengan hati-hati.Tapi klaim ini sama sekali terkait dengan kualitas estetik
Sebelas Kesalahan Umum tentang seni islam
1.       Islam dapat di definisikan : Isu Esensialisme
Tidak mudah bagi seseorang yang meneliti tentang islam untukj mengetahui karakter islam yang permanen dan abadi.Menurut Nasr “Jika  sebuah agama harus berbeda dengan agama lainnya Makaada sesuatu yang khas yang berkenaan dengan agama tersebut yang membuatnya berbeda dan ciri khas ini harus menjadi sesuatu yang tidak berubah.Tetapi ketika meneliti keragaman perilaku yang dikelompokan sebagai islami sulit dipastikan bahwa karakterisasi keyakinan mencakup penafsiran tentangnya.Pasti ada dalam islam initi umum yang merangkul semuanya .Wittgenstein”Hanya melihat,dan jika kita melihat kita tidak menemukan apa yang ingin kita temukan”
2.       Tidak ada estetika Islam
Grabar berpendapat bahwa estetika tidak dapat ditafsirkan karena tidak mengetahui banyak tentang masyarakat yang dimaksud dan apa yang dipikirkannya.Untuk memahami sebuah karya seni kita harus memahami proses mental sang seniman.Lebih mudah sekiranya untuk menyaring esensi islam.Mengakui esensi islam terkandung dalam apa yangdipandang sebagai seni islam lalu menelusuri kebudayaan islam ndan menunjukkan ciri-ciri yang umum didalamnya.
3.       Seni islam pada intinya Tasawuf
Banyak penulis berpendapat bahwa sufisme mewakili inti islam,sufisme menekankan yang spiritual,mengorbankan yang materil,memenangkan yang esoteric,mengalahkan yang eksoteris dan mengutamakan kezuhudan.Sufisme menghargai keragaman dan mengakui keterbukaan dunia.Menekankan definisi tertentu mengenai islam mengenai artefak termasuk artefak keagamaan sama saja menyimpangkan prinsip universal sufosme sendiri.
4.       Terdapat bentuk-bentuk khas seni islam
5.       Seni islam pada dasarnya religius
6.       Lukisan Islam sangat berbeda dari lukisan lain
Islam sebagai agama baru,peranannya sebagai puncak dari agama-agama sebelumnya.Sebagai agama baru,islam bisa saja menggunakan seni yang serupa dengan agama-agamaa sebelumnya dan memang dalam banyak segi telah melakukannya.Islam juga harus menampilkan dirinya berbeda  an membuat label merk baru.Hal ini membutuhkan sesuatu yang dapat membuat para pengguna produk untuk mengakuinya.
7.       Seni islam adalah seni yang lain
Gagasan mengenai seni islam adalah”Seni yang Lain” bisa mengarah pada positif ataupun negative,tapi kemanapun arahnya gagasan tersebut tidaklah akurat.Ketika gagasan tersebut masuk dalam seni,yang ada adalah bahwa seni islam dapat dilihat sebagai sangat inferior atau sangat superior dibandingkan dengan seni lainnya.
8.       Seni islam pada dasarnya minor
Banyak bentuk music dunia islam memunculkan banyak kreatifitas  disbanding music Barat karena mereka lebih banyak mengembangkan mentuk variasi bentuk ekspresi music dari pertunjukan ke pertunjukan lain disbanding dengan yang biasa dalam tradisi klasik Barat.
9.       Seni islam adalah atomistic
Keserasian dalam bentuk dan dekorasi adalah ciri penting dalam seni islam.Contoh nya dalam bangunan masjid,tak seperti tempat ibadah lainnya yang mengedepankan dekorasi.menghilangkan bentuk-bentuk dalam masjid bertujuan agar para jamaahtidak memperdulikan dinding-dinding tapi khusu dalam ibadah mereka.
10.   Kaligrafi adalah seni islam tertinggi
Pendapat bahwa kaligrafi sebagai seni islam tertinggi merujuk pada banyaknya tulisan yang ada pada artefak dan banyaknya lukisan yang disertai teks.Hal ini menunjukan bahwa tulisan sangat penting bagi suatu kesadaran estetik islam karena tulisan ada dimana-mana.Kita dapat menolak gagasan yang mengatakan bahwa tulisan hal vital bagi pemahaman estetik karya seni yang diamati.Ia hanyalah perincian dari karya tersebut.Namun terkadang tulisan menjadi penting,tanpanya karya seni tidak lengkap.Hal ini berlaku pada slogan-slogan dangkal tapi yang ditulis dengan indah dan menjadi bagian dari desain objek keseluruhan.Dengan kata lain,rumusan keagamaan dan puitis yang indah dan dalam secara visual tidak begitu penting bagi karya seni dan tidak perlu menjadi bagian pertimbangan kita ketika menilainya secara estetik.Kaligrafi bukan seni islam tertingggi.
11.   Ada ketakutan akan kekosongan dalam seni islam
Seni islam tidak menyukai ruang kosong dan mempunyai sikap yang sangat positif terhadap bentuk-bentuk geometris meskipun tidak digunakan secara alami dalam konterks tertentu.Ide ini muncul berdasarkan fakta banyaknya seni dekorasi islam yang rumit.
Tuhan Pencipta,Kaligrafi dan Simbolisme
Dalam Teori Kasb (perolehan) yang dikembangkan para teolog asy’ari menyatakan bahwa hanya Tuhan semata yang berbuat,sedangkan perbuatan manusia diperoleh dari perbuatan Tuhan.Hal ini berarti bahwa segala yang terjadi termasuk tindakan sadar manusia merupakan perbuatan Tuhan.Namun mengenai kekuasaan Tuhan dan kekuasaan makhluk masih menjadi perdebatan yang sudah biasa dalam Teologi Islam.
Paling tidak terdapat tiga istilah untuk penciptaan.yaitu Khalq,berkaitan dengan penciptaan dalam arti memahami kemungkinan sesuatu dan pencipta sadar akan kemungkinan yang terdapat dihadapannya sebagai bakal wujud,Bari,segala yang menyangkut produksi.Mushawwir memperindah pada bentuk yang sudah ada.hal ini paling berhubngan dekat dengan para seniman.
Hal yang juga sangat kontroversial dalam Teologi adalah berkenaan dengan cara kita menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan sifat Tuhan dengan sifat manusia.Menurut Ibnu Rusyd bahwa ketika kita menisbahkan suatu sifat kepada Tuhan ,sifat tersebut harus digunakan secara paradigmatik.Dengan demikian,Tuhan sebagai pencipta,misalnya merepresentasikan model pencipta sempurna yang penciptaannya tidak mengenal batass,sedangkan manusia hanya dapat mencipta secara terbatas.
Seni Kaligrafi sangatlah berkembang karena absennya seni Lukis dalam Islamhal ini disebabkan oleh hambatan teologis dalam seni lukis disamping karena bahasa Aran dan Al-qur’an sebagai pusatnya memiliki arti penting dalam islam.Namun tidak ada alasan teologis yang menjelaskan mengapa gambar tidak digunakan dan tidak ada alasan penting yang membuat al-qur’an dinobatkan sebagai satu-satunya pusat estetik dalam Islam.Menolak Hujjah ini berarti mengabaikan semua tradisi Islam yang dipenuhi dengan gambar dan kreatifitas,serta memantulkan kebanggaan akan keahlian para seniman.Penyederhanaan ini mengakibatkan pemahaman estetika Islam yang merosot ke Tingkat yang menyedihkan.
Mengenai Simbolisme.Menurut Thomas Arnold,Islam tidak mengembangkan bahas simbolis.Ettinghausen berpendapat simbolisme tidak memiliki signifikasi besar terhadap tradisi Islam.Ia mengemukakan fakta bahwa para seniman Islam sering dinisbahkan ebagai seniman murni dan keindahan karyanya karena terpantul dari kemurnian itu sendiri.
Kembali pada isu kaligrafi.Sering dikatakan oleh banyak pengarang bahwa kaligrafi merupakan bentuk seni islam yang pokok.Karena status istimewa al-qur’an sebagai kalam Than yang disampaikan dalam bahasa Arab-maka tulisan-bahasa Arab-itu sendiri memiliki status yang sama.Absennya gambar dalam Islam telah menjelma menjadi ciri khas Islam itu sendiri.  
Agama,Gaya dan Seni
Perdebatan mengenai kepalsuan dan kemurnian adalah hal yang lazim dalam estetika budaya,dalam perdebatan ini tidak terlihat sesuatu yang khas keagamaan atau khas Islam.Terdapat tiga argument yang menentang penggunaan seni dalan budaya Islam:
1.      Penggambaran Visual yang kreatif berakibat pada dikuasainya akal pikiran

Islam menekankan kedudukan penting akal dan akal menjalankan fungsi penting dari agama.Aspek keajaiban al-qur’an adalah cara al-qur’an mengkombinasikan bacan,tulisan,bunyi dan perilaku.Penekanan pada keseimbangan ini dilemahkan oleh segala hal yang langsung memengaruhi perasaan-perasaan kita sedemikian rupa sehingga sangat mungkin menguasainya.
2.      Pemusatan pada gambar menghambat pemahaman hakikat segala seuatu
Kritik yang sering dibuat dalam filsafat islam tentang daya khayal atau imajinasi,yang dianggap sebaagai proses berpikir penting bahwa apaa-apa yang benar-benar tidak nyata adalah nyata,seperti ketika kita terbangun dari mimpi karena meyakini realitas yang tampak jelas mengancam kita.
3.      Nabi mencela pemberhalaan
Tidak kurang bukti yang menunjukan kebencian Nabi terhadap penyrmbahan berhala.Ada hadis yang membendingkan antara pemilikan gambar dan pemilikan anjing di rumah keduanya dianggap menghalangi malakikat untuk masuk ke dalam rumah.Tidak jelas mekna dari kritik gambar tersebut,namun bisa saja Nbi menekankan kesederhanaan dalam desain interior dan desain secara umum atau boleh jadi Nabi mengingat penggunaan gambar oleh agama-agama lain untuk tujuan-tujuan yang bersifat keagamaan.Salah satu kelompok yang menentang pemberhalaan adalah Neo-Hanbali khususnya Ibn Abdul Wahab.Abdul Wahab berhujah dengan bersumber tektual bahwa pemberhalaan tidak hanya sekedar menyembah patung atau batu bahkan lebih dari itu mengandung makna yang merusak dan membahayakan.Seni dapat mengalihkan,membingungkan dan mengantar pada penyangsian otoritas.Seni bener-benar berhala dalam artian ia dapat memberikan sejumlah permasalahan bahkan citra yang kemudian kita anggap penting dan semua ini tidak terkait dengan Islam.
Seni mungkin berbahaya kalau dilihat dari sudut pandang agama dan jika seni dapat menbuat sikap kita membahayakan kehidupan kita dan kehidupan orang lain.Seni sering menghadirkan kesenangan karena mendorong kita menggunakan imajinasi kita dan ini membuat kita mempersoalkan apakah kita dapat menjalani bentuk kehidupan yang ada didalamnya agama hanya memainkan peran sedikit.Seni adalah sesuatu yang menyenangkan dan jika ironi timbul sulit untuk menilai kepercayaan dan pengalaman orang lain seserius sebelumnya.Karena itu seni dapat dianggap sebagai sesuatu yang merusak keimanan karena keimanan dapat berhenti pada prinsip dan gagasan yang tidak dipertimbangkan secara mendalam.
Sastra 
Suatu bahasa adalah bahasa kiasan haya dengan memahami cara kerja bahasa tersebut  tidaklah cukup.Hanya beberapa pengguna metafora dan alusi yang berhasil itupun hanya berlangsung pada tingkat yang berbeda sehingga setiap ilmu puisi harus menjelaskan bagaimana cara memperluas makna secara metaforis.Terjadi debat yang berkepanjangan tentang sejauh mana bolehnya penggunaan bahasa secara artifisial.Dalam debet ini beberapa ahli berpendapat bahwa sebaiknya bahasa dibiarkan sealamiah mungkin,sedang yang lain lebih menyukai bahasa dikembangkan lewat cara-cara yang tidak biasa atau artifisial.
Al-Qur’an seperti biasanya menjadi sebuah paradigma karena bahasanya alamiah dan elok.Al-qur’an menggunakan pendekatan langsung dalam pengungkapan bahasa dan makna yang dikandungnya,tapi bahasanya acap sangat alusif.Kendati demikian,teks al-qur’an tidak selalu terkesan sepenuhnya disususn secara artistic karena keindahan teks itu sendiri timbul sacara alamiah dari konteks pengungkapan makna tertentu.Namun bagaimana pun sastra yang dihasilkan oleh manusia tidak memiliki struktur sesempurna ini dan itu menjadi tepat untuk mencoba menyerap teknik-teknik yang digunakan dalam rangka mengkonstruk karya seperti itu dan menilai sukses atau tidaknya usaha kita.
Al-Qur’an adalah sebuah teks unik semata-mata karena ia berhasil membuat bahasanya mudah dipahami oleh aneka ragam orang.Dalam Filsafat Islam kegiatan ini mendorong munculnya kegiatan menganalisis teks berdasarkan silogisme sehingga sebuah puisi dapat terlihat seperti penalaran logis,setidaknya pada struktur dasarnya.Para filosof menyerang pretense ahli tata bahasa Arab yang mencoba menjelaskan bagaimana bahasa di analisis sambil berhujah nahwa tata bahas atidak sanggup menggali struktur dalam dari bahasa,Hanya logika yang dapat melakukan hali itu  dank arena itu hanya logika yang benar-benar menjelaskan pada kita cara kerja puisi.Menurut mereka bersandar pada tata bahasa sama dengan melakukan kesalahan psokologisma yang fatal karena tidak ada hubungan yang serta merta antara sifat-sifat gramatikal bahasa dan bagaimana semestinya kita menikapi sifat-sifat tersebut.
Sebuah tradisi puisi keagamaan yang betul-betul sukses dalam budaya islam adalah sufi yang terus ditulis dan dikembangkan dengan berbagai tingkat kesuksesan.Pada masa modern,penyair arab lebih banyak memposisikan diri mereka sebagai wakil masyarakat.Puisi pada abad ke 20 berubah radikal,acap menolak hal-hal klasik dan menerapkan simbol-simbol  baru yang sering kali tidak islami karena berasal dari mitologi puisi jahiliyah dan Eropa.
Menurut Ibnu Rusd,puisi berada dalam urutan terbawah dari bentuk-bentuk penalaran dalam organon karena puisi bersandar pada premis-premis deduktif lemah yaakni yang terkait dengan kemampuan mencipta lompatan=lompatan imajinasi tertentu yang dengan sendirinya bersandar pada keikutsertaan dalam sebuah bentuk kehidupan tertentu.Bagi beberapa orang,argument ini akan sangat efektif karena terdapat beberapa orang yang merasa mudah mengguankan imajinasinya,dan dengan demikian sebuah sumber informasi tersedia bagi mereka melalui metode ini.Al-Qur’an sebdiri benar-benar menggunakan puisi dengan tujuan membantu orang-orang yang menilai penting puisi untuk memahami kebenaran yang disampaikan oleh risalah Islam.
Hubungan puisi dengan agama barangkali merupakan aspek terlemah dari gagasan peripetik tentang kebenaran dalam estetika.Karena puisi digunakan dalam Al-Qur’an-Al-Qur’an bagaimanapun tidak bisa salah dan isinya pun benar-benar menakjubkan-hal ini mengandaikan suatu sikap yang dapat dipersoalkan terhadap apa yang kita temukan dalam Al-Qur’an.Paling tidak berlaku pada puisi scriptural, dan puisi seperti ini menyambpaikan dengan baik informasi yang pada akhirnya berperan sebagai sumber keselamatan bagi pembaca dan pendengar.
Musik
            Terdapat dua kubu teori dasar music yaitu,kubu Al-Farabi dan Ibnu Sina serta kubu Ikhwan As-Shafa dan Al-Kindi.Bagi Al-Kindi dan Ikhwan As-Shafa,music terkait dengan kenyataan-kenyataan aritmetik dan samawi,music memiliki hubungan erat dengan sesuatu yang nyata dan objektif yang merupakan sumber kekuatannya.Bagi Ikhwan,musik yang di Bumi mencerminkan music yang dilangit dan menggambarkan suatu jalan kearah kemajuan spiritual menuju dunia eksistensi yang lebih tinggi.Menurut Al-Kindi,musik adalah sistem harmoni yang berhubungan dengan keseimbangan lahiriah dan ermosional dan dapat digunakan sebagai terapi keseimbangan.Ini jiga terkait dengan wujud yang benar-benar ada di dunia luar dan ia dapat dinilai dari segi akurasi atau tidaknya.
            Al-Farabi dan Ibnu Sina menyikapi music sebagai sesuatu yang terpisah dari hal lain.Musik terkait dengan bunyi dan cara-cara pengaturan bunyi yang dapat menghasilkan kesenangan di telinga pendengarnya.Yang penting dari musik adalah kemampuannya membuat kita menikmati bunyi.
Terdapat dua bentuk respon penonton yang terdapat dalam musik : Pertama,respon yang aktif dan gaduh yang umumnya ditemukan di Timur Tengah dan lebih banyak lagi terhadap musik sufi dibanyak tempak khususnya di Asia Tenggara tempat sufisme sangat kental berpengaruh.Kedua,respon yang tenang yakni tatkala perasaan emosi lebih banyak menyentuh pikiran pendengar daripada raganya tetapi iapun sangat dipengaruhi oleh apa yang didengar.
Beberapa bentuk musik,tilawah,atau nyanyian jelas bersifat relijius.Beberapa orang berpendapat bahwa tujuan pembacaan Al-Qur’an adalah menghasilkan bentuk yang sesederhana dan semurni mungkin dari ayat-ayat itu sendiri yang bagaimanapun merupakan kalam Tuhan yang sebenarnya.Pendekatan ini berhujah bahwa ayat-ayat Al-Qur’an sangat memancarkan keindahan sehingga yang harus dilakukan seseorang guna membawakan teks dengan cara yang indah adalah melafalkannya dengan jelas.Ada pula pendukung pandangan bahwa ayat-ayat A-Qur’an begitu indah sehinhgga harus dilafalkan dengan indah pula.
Ada perintah dalam Al-qur’an tentang bagaimana seharusnya Al-Qur’an dibaca
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلً
“…..Dan bacalah Al-Qur’an dengan perlahan-lahan/jelas” (Qs.AAl-Muzzamil:4)
Ayat ini menjadi prinsip yang digunakan dalam pembacaan Al-Qur’an selama ini.Pembacaan Tartil menghasilkan alur yang tetap,lembut berirama tapi tidak bermelodi dan penekanan terletak pada kejelasan pengucapan kata.
Nabi jelas menghargai keindahan tilawah ketika dilakukan oleh seorang yang berbakat,tetapi beliau mencela orang yang menggunakan melodi puisi cinta dan nyanyian yang berlebihan.Jadi kemurnian itu selalu penting.Sifat lisan Al-Qur’an dan arti penting cara melafalkannya tidak terlalu ditonjolkan.Pembacaan ayat Al-Qur’an bukan sekedar pengulangan kata karena hal itu dilakukan untuk membengkitkan emosi dan respon intelektual dari pendengar.Penghafal Al-Qur’an tidak hanya seorang yang menghafalkan bunyi teks,tapi juga mengamalkannya.Walaupun pembacaan Al-Qur’an tidak bersifat musikal tapi acap menggunakan prinsip-prinsip musical.Tidak sulit mengenali gaya yang berbeda ketika mendengaarkan pembaca yang beragam.
 Kemukjizatan Al-Qur’an
Islam adalah agaa yang tidak biasa karena memiliki suatu prinsip ajaran tentang hakikat teks sentralnya,Al-Qur’an sebagai Mu’jizat.para pembela Islam yang mendalami Al-Qur’an mengungkapkan bahwa Al-Qur’an tidak dapat ditandingi.Mereka yang memeluk Islam baik sekarang maupun poada masa lampau memuji pengaruh yang dimiliki Al-Qur’an dan gagasan gagasan yang mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kata-kata yang berasal dari Tuhan memberikan Islam suatu dasar rasional dan dasar estetik.Bagaimanapun gagasan ini kemudian membuat para muslim membela keyainannya,paling tidak secara parsial berkenaan dengan keunggulan gaya Al-Qur’an.Gagasan ini pula yang membuat kaum yang benar-benar beriman tidak lantas menerima sesuatu yang tidak masuk akal hanya karena dikatakan sesuatu itu berasal dari Tuhan.
Islam sangat berbeda meskipun banyak disebutkan riwayat tentang mu’jizat dalam Islam,mu’jizat utamanya adalah teks AL-Qur’an itu sendiri.Dalam kitab suci Yahudi dan Kristen ada beberapa bagian yang indah tapi ada juga bagian yang meenmosankan dan dibutuhkan keyakinan yang amat kuat untuk mempercayai bagian yang sangat penting bagi keagamaan seseorang.Dapat dikatakan bahwa sifat factual relayif dari agama yahudi dan Kristen sangat bermanfaat karena ini membuat keduanya bersandar pada penerimaan sejumlah fakta yang cukup berbeda yang diuraikan dan dibuat untk diterima atau ditolak oleh para pemeluk potensial.Sebaliknua Islam kadang mengklaim bahwa agama ini harus diterima karena kesempurnaan Al-Qur’an itu sendiri.
Tuhan telah mengutus Nabi-Nabi terdahulu dan meskipun Nabi Muhammad adalah Nabi Terakhir bukan berarti nabi-nabi terdahulu telah melakukan kesalahan.Jadi hamper tidak mengejutkan bahwa bahasa Al-Qur’an tidak berbeda sama sekali dari wahyu sebelum-sebelumnya.Hal ini tidak berarti bahwa Al-Qur’an adalah derivasi bentuk-bentuk wahtyu tersebut tapi jelas bahwa Al-Qur’an bukan tidak berhubungan dengannya.dan ini sama sekali bukanlah suatu kritik dalam Islam atau Al-Qur’an.Sebenarnya Islam berada pada posisi yang menguntungkan jika dibendingkan dengfan agama agama lain dalam hal ini.Karena Islam tidak melihat dirinya sebagai agama pesaing tapi sebagai kulminasi dari beberapa agama sebelumnya.Maka isu pengaruh atau derivasi bukanlah isu yang benar-benar hidup,ketika isu tersebut diletakan dalam persoalan apakah kontruksi Islam atau paling tidak sesuatu darinya berhutang pada factor-faktor terdahulu yang semasa dengannya.
Bahasa Al-Qur’an berhubungan sangat dekat dengan bahasa Arab Jahiliyah karena apabila tidak demikian maka mustahil Islam dapat meraih pengikut sedemikian mudah.Disamping menggunakan bahasa Arab Jahiliyah,Al-Qur’an juga menggunakan beberapa ide jahiliyah,dan sekali lagi jika ini tidak terjadi maka teks Al-Qur’an tidak akan terbaca dan tidak ada ummah yang muncul.
Ada pengaruh tertentu yang jika ditemukan atau dibuktikan akan dapat menyebabkan pendiskreditan apa yang sudah dipengeruhi misalnya,jika ditemukan bahwa Al-Qur’an sebenarnya disusun oleh pribadi yang tidak ilahiah,maka pasti akan mengabaikan penjelasan tentang asal-usul teks yang disampaikan  oleh Al-Qur’an sendiri.Atau jika ditemukan adanya derivasi dalam teks itu dalam teks dan agama lain dan jika tidak ada yang istimewa pada teks tersebut maka ini akan mejaddi serangan serius bagi peran luar biasa yang ditetapkan oleh teks itu sendiri.Ini adalah kasus ketika kita pada dasarnya dapat menemukan penemuapenemuan tentang teks keagamaan manapun dan penemuan itu dapat dengan serius merendahkan arti penting teks dan agama bersangkutan.Islam diserang dengan cara ini seperti juga banyak agama lain sehingga para pembela islam berusaha merespon dengan hati-hati serangan seperti ini.Poin pertama yang harus dibuat dalam sebuah teks seperti Al-Qur’an adalah bahwa betapa mustahilnya sesuatu yang telah menguasai sejumlah besar pengikut dapat menjadi tidak lebih dari sekadar campuran gagasan-gagasan yang sudah ada atau bahwa uraian dan analisis yang sedemikian banyak tentang teks tersebut memungkinkan terjadinya sesuatu yang pada akhitrnya sangat derivative.Capat dikatakan bahwa semua teks agama besar dapat berfungsi sesuai dengan budaya yang dimiliki,teks tersebut paling tidak harus dibuat dengan kedalaman yang cukup kuat untuk memerankan pean peran yang dimainkannya dalam komunitas-komunitas.Ini tentu tidak mengatakan apapun tentang asal-usul Ilahi dari teks tersebut,tapi ini banyak berbicara tentang seberapa jauh klaim-klaim atas pengaruh menjadi tuduhan-tuduhan.
Bahasa puitis dalam Al-Qur’an kendati sangat berbeda dengan bahas Arab yang digunakan dalam puisi Jahiliyah.Teks-teks agama juga tidak mudah untuk diterjemahkan karena makna yang dikandunnya biasanya sangat banyak sehingga tidak dapat diterjemahkan atau bahkan bunyi-bunyi teks itu sendiri.
Kasus yang banyak terjadi dalam Al-Qur’an,bunyi Al-Qur’an sangat penting untuk memahami teks tersebut dan kita harus mengingat bahwa pada masa awal-awal Islam,Al-Qur’an dihafal dan salinanya hanya digunakan untuk membentu orang-orang beriman mengingat kembali bacaan teks yang benar apabila mereka dihadapkan keraguan tentang bacaannya.Hal yang membuat baca teks Al-Qur’an sangat penting pada waktu itu ialah bahwa teks-teks bahasa Arab jarang sekali diberi tanda sehingga banya huruf vokal menimbulkan keraguan kecualli setelah orang mengetahui makna sebenarnya dari istilah itu.Dalam bhasa Arab banyak sekali kata yang memiliki huruf persis sama yang kananya ditentukan oleh huruf vocal yang ditambahkan pada kata-kata tersebut.Jadii Jika seseorang tidak mengetahui arti kata itu,ia tidak akan mengetahui huruf vokal mana yang ditambahkan.
            Ada sejumlah mujizat dalam Al-Qur’an tentang keindahan gaya dan juga tentang kebenaran dan hidayah dalam teks Al-Qur’an.Al-Qur’an memberikan karakter unik pada AL-Qur’an itu sendiri,Disini kita akan fokus pada isu estetik dan keindahan Al-Qur’an memberikan tantangan pada manusia agar membuar satu kitab yang serupa dengannya atau yang lebih mudah atau satu surat yang serupa dengan surat yang ada didalamnya (Qs.Al-Baqarah:23-24).Bahkan sekalipun manusia bersekutu dengan jin untuk membuat sesuatu yang semisla dengan Al-Qur’an niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya walaupun sebagian mereke menjadi pembantu yang lain (Qs.Al-Isra 88).Konsekuensi bagi yang menolak tanda-tanda yng diberikan Tuhan dalam Al-Qur’an sangat berat sehingga jika kita tidak menerima Al-Qur’an,konsekuensinya kita akan menderita.


Menafsirkan Seni,Islam dan Filsafat
Banyak penulis modern tentang seni Islam lebih teryarik pada sejarah daripada teori dan estetika.Begitu juga penulis-penulis filsafat Islam.Alasan yang bagus untuk hal ini,orang membutuhkan seperangkat ilmiah yang penting untuk mengatakan segala sesuatu menarik tentang seni Islam dan tentang Filsafat Islam.Sebenarnya,hanya sedikit teks yang tersedia dalam bahasa-bahasa Barat sehingga dengan begitu orang perlu menguasai beberapa bahasa Timur agar dapat membaca karya-karya mereka sendiri dan membahas konteks kultural mereka.
            Kita mungkin melihat suatu keramik dari suatu budaya yang tidak kita kenal sama sekali tapi kita tetap merespon keindahan dan kemilaunya dengan cara cara yang jelas membawa latar budaya yang tidak relevan dengan siapapun kecuali dengan orang yang ahli dalam aspek-aspek budaya tersebut.Ini mengantar kita pada poin menarik tentang perbandingan antara filsafat dan seni..

Kita cenderung berfikir bahwa seni yang dapat dipahami setelah pembahasan yang panjang bukankah seni terbaik.Seni yang hanya berhasil jika ditambahkan padanya sesuatu yang lain akan banyak kehilangan spontanitas dan karakternya,seni seperti ini bisa digolongkan sebagai seni minor yang sudah tentu menarik tapi tentu bukan seni kelas satu.Begitu pula mengenai filsafat yang terbesar adalah filsafat yang memberikan kita gagasan dan argument yang sulit untuk dinilai secara logis tetapi tidaklah sesulit untuk dipahami.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar