Kamis, 21 Mei 2015

Konsep Kesehatan Mental

RESUME PERKULIAHAN KESEHATAN MENTAL

Pemaknaan sehat dan sakit dipengaruhi oleh peradaban.Dalam budaya Barat dan Timur memiliki perbedaan konsep ini yang mempengaruhi perbedaan sistem pengobatan.Namun saat ini keduanya telah berintegrasi karena semakin pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi.
Pada umumnya istilah “kesehatan” dipahami hanya sebatas bersifat fisik karena lebih mudah diamati dan disadari dibandingkan dengan psikis.
Konsep kesehatan terus menerus mengalami perkembangan.WHO mendefinisikan kesehatan sebagai ”Keadaan status sehat utuh secara fisik,mental,rohani dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit,cacat dan kelemahan”.Dengan berubahnya konsep kesehatan maka segala bidang kesehatan mengalami perubaham.Pergeseran upaya kesehatan pada usaha pencegahan terhadap menurunnya kualitas hidup seseorang membukaa peluang bagi ilmu lainnya untuk memberikan sumbangan bagi upaya tersebut.
Dalam Psikologi Tradisionalis,konsep sehat yaitu tidak adanya gejala gangguan terhadap individu yang memungkinkannya berbeda dengan yang benar-benar terganggu,kemudian kepribadian individu ada dalam kurva normal,normal disini menekankan pada potensi yang di miliki dan mengembangkannya secara optimal.
Perbedaan Model kesehatan antara Timur dan Barat.Model adalah cara merkonstruksi realita,memberikan makna pada fenomena alam,model bersifat cenderung melakukan penyederhanaan terhadap realita yang sebenarnya rumit.
Dalam bidang kesehatan terdapat dua model utama yaitu barat dan timur.Model kesehatan barat dibedakan menjadi model biomedis atau model medis,model psikiatris dan model psikosomatis.Model kesehatan timur disebut model holistis
1.       Model biomedis berakar pada pengobatan Yunani tradisional yang dipengaruhi oleh para filsuf.Model ini berkembang pesat,saat itu penyakit dan kesehatan hanya ddihubungkan dengan tubuh saja.Ilmu dan teknologi pun mempengaruhi cara pandang tubuh dan kaitannya dengan kesehatan.Cara pandang pertama yaitu model pipa,tubuh tersambung oleh pipa,jika ada penyakit seolah pipa tersumbat.kedua,tubuh sebagai mesin yang membutuhkan behen bakar sebagai energy untuk malakukan aktivitas, Terdapat lima asumsi dalam model ini,yaitu terdapat perbedaan nyata antara tubuh dan jiwapenyakit dapat direduksi secara biokimian atau neurofisiologis,keyakinan bahwa setiap penyakit disebabkan oleh sesuatu yang secara potensial dapat diidentifikasi,tubuh sebagai mesin,tubuh adalah objek yang perlu diatur
2.       Model psikiatris berdasarkan pada pencarian bukti bukti fisik suatu penyakit.Model ini meliputi model psikodinamik,model behavioral,dan model social.
3.       Model psikosomatik muncul kemungkinan karena adanya ketidakpuasan pada model-model sebelumnya.Model ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit muncul tanpa disebabkanemosional atau social.tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai simtom somatik
4.       Model holistis dibedakan dalam arti sempit dan arti luas.Dalam arti sempit melihat organisme sebagai system yang semua komponenya saling mengait dan bergantung.Dalam arti luas system tersebut merupakan bagian dari system yang lebih luas,yitu individu dalam lingkungan yang memengaruhi dan dipengaruhinya.
Pemaknaan penyakit dibedakan menjadi illness yaitu untuk menyatakan apa yang dirasakan pasien ketika datang pada dokter dan disease untuk menyatakan apa yang dibawa pasien ke rumah setelah dari dokter.Disease adalah sesuatu yang dimiliki organ sedangkan illness adalah sesuatu yang dimiliki­­­­­­­­­­­­ manusia.Kebanyakan dokter yang dididik dengan sistem pengobatan barat dengan penyakit dalam arti disease kurang mampu menangani illness.Disesase bisa saja terjadi tanpa adanya illness begitu pula sebaliknya.
Penyembuh atau orang yang mengobati penyakit fisik di Barat disebut dokter sedangkan yang mengobati penyakir fisik adalah psikolog .Di Timur orang yang mengobati biasanya pendeta,dukun atau imam,mereka tidak hanya menyembuhkan fisik tapi juga mental moral dam spiritual.
Berbeda konsep tentu berbeda implikasi dan upaya penyembuhan.Berikut terdapat beberapa pandangan mengenai  sehat atau normal secata mental.Adapun ciri-ciri individu yang normal:bertingkah laku menurut norma yang diakui,mampu mengelola emosi,mampu mengaktualkan potensi yang dimiliki,dapat mengikuti kebiasaan social,dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya,menunda keinginan sesaat untuk tujuan jangka panjang,mampu belajar dari pengalaman,gembira.Menurut Harber dan Runyon ciri individu sehat dibedakan menjadi : mampu menerima diri sendiri,berpandangan realistis terhadap diri sendiri dan dunia luar,memiliki kepribadian yang harmonis,mengembangkan keterampilan yang dimiliki,memiliki ketetapan diri,mengembangkan kecenderungan kearah kematangan,kemampuan membentuk relasi,dan mempunyai tujuan yang realistic.
Terdapat beberapa pendekatan yang digunakan untuk menentukan seseorang sehat secara mental atau tidak.Beberapa pendekatan tersebut ialah: 1) Pendekatan Statistik,yaitu suatu tingkah laku disebut sehat jika memiliki frekuensi kemunculan yang tinggi.2) Pendekatan Normatif,tolak ukur yang dipakai adalah norma-norma yang berlaku di masyarakat.3)Pendekatan Distress Subjektif,yaitu seseorang dianggap sehat jika ia merasa sehat.4) Pendekatan Fungsi/peranan social,yaitu orang dianggap sehat jika dapat menjalankan fungsi dan peranannya di masyarakat.5) Pendekatan interpersonal,yaitu seseorang dianggap sehat jika mampu mnesuaikan diri dengan orang lain.Namun setiap pendkatan tersebut memiliki kelemahan.

Pandangan mengenai kesehatan mental masih berpijak pada pandangan klinis.Perlu dibedakan antara sehat mental dengan kemampuan menyesuaikan diri saja dengan sehat mental yang memiliki pengertian mampu mengaktualkan potensi diri.Orang yang benar-benar sehat secara mental tidak bisa dipisahkan dengan kebaikan,kesalehan dan menghayati nilai-nilai kebenaran.Orang yang penyesuaian dirinya agak kurang bisa saja disebabkan nilai yang mereka hidupi bertentangan dengan kebenaran,seringkali mereka melawan arus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar