RESUME PERKULIAHAN KESEHATAN MENTAL
Pemaknaan sehat dan sakit
dipengaruhi oleh peradaban.Dalam budaya Barat dan Timur memiliki perbedaan
konsep ini yang mempengaruhi perbedaan sistem pengobatan.Namun saat ini
keduanya telah berintegrasi karena semakin pesatnya kemajuan teknologi dan
komunikasi.
Pada umumnya istilah “kesehatan”
dipahami hanya sebatas bersifat fisik karena lebih mudah diamati dan disadari
dibandingkan dengan psikis.
Konsep kesehatan terus menerus
mengalami perkembangan.WHO mendefinisikan kesehatan sebagai ”Keadaan status
sehat utuh secara fisik,mental,rohani dan social dan bukan hanya keadaan yang
bebas dari penyakit,cacat dan kelemahan”.Dengan berubahnya konsep kesehatan
maka segala bidang kesehatan mengalami perubaham.Pergeseran upaya kesehatan
pada usaha pencegahan terhadap menurunnya kualitas hidup seseorang membukaa
peluang bagi ilmu lainnya untuk memberikan sumbangan bagi upaya tersebut.
Dalam Psikologi Tradisionalis,konsep
sehat yaitu tidak adanya gejala gangguan terhadap individu yang memungkinkannya
berbeda dengan yang benar-benar terganggu,kemudian kepribadian individu ada
dalam kurva normal,normal disini menekankan pada potensi yang di miliki dan
mengembangkannya secara optimal.
Perbedaan Model kesehatan antara
Timur dan Barat.Model adalah cara merkonstruksi realita,memberikan makna pada
fenomena alam,model bersifat cenderung melakukan penyederhanaan terhadap realita
yang sebenarnya rumit.
Dalam bidang kesehatan terdapat
dua model utama yaitu barat dan timur.Model kesehatan barat dibedakan menjadi
model biomedis atau model medis,model psikiatris dan model psikosomatis.Model
kesehatan timur disebut model holistis
1. Model biomedis berakar pada pengobatan Yunani tradisional yang
dipengaruhi oleh para filsuf.Model ini berkembang pesat,saat itu penyakit dan
kesehatan hanya ddihubungkan dengan tubuh saja.Ilmu dan teknologi pun
mempengaruhi cara pandang tubuh dan kaitannya dengan kesehatan.Cara pandang
pertama yaitu model pipa,tubuh tersambung oleh pipa,jika ada penyakit seolah
pipa tersumbat.kedua,tubuh sebagai mesin yang membutuhkan behen bakar sebagai
energy untuk malakukan aktivitas, Terdapat lima asumsi dalam model ini,yaitu
terdapat perbedaan nyata antara tubuh dan jiwapenyakit dapat direduksi secara
biokimian atau neurofisiologis,keyakinan bahwa setiap penyakit disebabkan oleh
sesuatu yang secara potensial dapat diidentifikasi,tubuh sebagai mesin,tubuh
adalah objek yang perlu diatur
2. Model psikiatris berdasarkan pada pencarian bukti bukti fisik
suatu penyakit.Model ini meliputi model psikodinamik,model behavioral,dan model
social.
3. Model psikosomatik muncul kemungkinan karena adanya
ketidakpuasan pada model-model sebelumnya.Model ini menyatakan bahwa tidak ada
penyakit muncul tanpa disebabkanemosional atau social.tidak ada penyakit psikis
yang tidak disertai simtom somatik
4. Model holistis dibedakan dalam arti sempit dan arti luas.Dalam
arti sempit melihat organisme sebagai system yang semua komponenya saling
mengait dan bergantung.Dalam arti luas system tersebut merupakan bagian dari
system yang lebih luas,yitu individu dalam lingkungan yang memengaruhi dan
dipengaruhinya.
Pemaknaan penyakit dibedakan
menjadi illness yaitu untuk menyatakan apa yang dirasakan pasien ketika
datang pada dokter dan disease untuk menyatakan apa yang dibawa pasien
ke rumah setelah dari dokter.Disease adalah sesuatu yang dimiliki organ
sedangkan illness adalah sesuatu yang dimiliki
manusia.Kebanyakan dokter yang dididik dengan sistem pengobatan barat dengan
penyakit dalam arti disease kurang mampu menangani illness.Disesase
bisa saja terjadi tanpa adanya illness begitu pula sebaliknya.
Penyembuh atau orang yang
mengobati penyakit fisik di Barat disebut dokter sedangkan yang mengobati
penyakir fisik adalah psikolog .Di Timur orang yang mengobati biasanya
pendeta,dukun atau imam,mereka tidak hanya menyembuhkan fisik tapi juga mental
moral dam spiritual.
Berbeda konsep tentu berbeda implikasi
dan upaya penyembuhan.Berikut terdapat beberapa pandangan mengenai sehat atau normal secata mental.Adapun
ciri-ciri individu yang normal:bertingkah laku menurut norma yang diakui,mampu
mengelola emosi,mampu mengaktualkan potensi yang dimiliki,dapat mengikuti
kebiasaan social,dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan
tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya,menunda keinginan sesaat
untuk tujuan jangka panjang,mampu belajar dari pengalaman,gembira.Menurut
Harber dan Runyon ciri individu sehat dibedakan menjadi : mampu menerima diri
sendiri,berpandangan realistis terhadap diri sendiri dan dunia luar,memiliki
kepribadian yang harmonis,mengembangkan keterampilan yang dimiliki,memiliki
ketetapan diri,mengembangkan kecenderungan kearah kematangan,kemampuan
membentuk relasi,dan mempunyai tujuan yang realistic.
Terdapat beberapa pendekatan yang
digunakan untuk menentukan seseorang sehat secara mental atau tidak.Beberapa
pendekatan tersebut ialah: 1) Pendekatan Statistik,yaitu suatu tingkah laku
disebut sehat jika memiliki frekuensi kemunculan yang tinggi.2) Pendekatan
Normatif,tolak ukur yang dipakai adalah norma-norma yang berlaku di
masyarakat.3)Pendekatan Distress Subjektif,yaitu seseorang dianggap sehat jika
ia merasa sehat.4) Pendekatan Fungsi/peranan social,yaitu orang dianggap sehat
jika dapat menjalankan fungsi dan peranannya di masyarakat.5) Pendekatan
interpersonal,yaitu seseorang dianggap sehat jika mampu mnesuaikan diri dengan
orang lain.Namun setiap pendkatan tersebut memiliki kelemahan.
Pandangan mengenai kesehatan
mental masih berpijak pada pandangan klinis.Perlu dibedakan antara sehat mental
dengan kemampuan menyesuaikan diri saja dengan sehat mental yang memiliki
pengertian mampu mengaktualkan potensi diri.Orang yang benar-benar sehat secara
mental tidak bisa dipisahkan dengan kebaikan,kesalehan dan menghayati nilai-nilai
kebenaran.Orang yang penyesuaian dirinya agak kurang bisa saja disebabkan nilai
yang mereka hidupi bertentangan dengan kebenaran,seringkali mereka melawan
arus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar