Kisah ini bukan menceritakan tentang gen Y dan Z yang seringkali dibahas ya. Y dan Z hanyalah inisial nama dari tokoh yang akan diceritakan.
Y dan Z bekerja di perusahaan yang sama. Z lebih senior dari Y.
Kisah Y :
Berdasarkan peraturan perusahaan, pekerjaan Y hanya diperuntukkan bagi pria lajang, jika menikah sebelum habis kontrak, maka otomatis akan dikeluarkan. Takdirnya, Y menemukan pasangannya dan menikah sebelum habis kontrak. Apakah Y diberhentikan dari pekerjaannya? Tidak. Ia merasa bersyukur karena hanya dipindahtugaskan ke divisi lain, dengan tugas yang tidak Ia mengerti. Namun Ia mau belajar.
Tahun setelahnya, Ia dipindahkan lagi, dengan tugas yang lebih sulit dan benar-benar tak dimengerti. Namun Ia tak malu bertanya dan mau berusaha. Dalam waktu yang sama, Istri Y juga ingin bekerja. Kemudian melamarlah di perusahaan tempat Y bekerja namun di departemen berbeda. Atas izin Allah ada posisi kosong sehingga diterimalah istri Y.
Setahun setelahnya, Y dipindahkan ke divisi lain, namun tugasnya saat ini merupakan pekerjaan yang amat disukainya sehingga terasa mudah, namun Ia tetap semangat dan mau belajar hal baru sehingga Ia menjadi karyawan terbaik tahun tersebut.
Kisah Z :
Begitu bergabung dengan perusahaan, beruntung Z langsung mendapat tugas sesuai dengan passion-nya. Z menikah satu tahun setelah Y. Z dan istrinya tinggal dirumah orangtua Z. Namun istrinya tidak betah sehingga mereka memutuskan untuk mengontrak di tempat lain.
Karena bosan, istri Z juga ingin bekerja. Melamarlah istri Z ke perusahaan X. Pasangan tersebut pindah kontrakan ke dekat perusahaan X. Takdirnya, istri Z tidak diterima. Kemudian Z ingat ketika istri Y juga melamar diperusahaan yang sama dengan mereka, akhirnya istri Z melamar. Pindahlah kontrakan ke dekat perusahaan tempat Z bekerja. Z berusaha bagaimanapun supaya istrinya diterima, namun perusahaan belum membuahkan karyawan dengan kualifikasi istri Z.
Sampai saat ini, istri Z masih dirumah dan hanya Z yang bekerja. Tapi gaya hidup istri Z membuat suaminya kesulitan. Sehingga sebesar apapun penghasilan Z, apalagi Ia punya bisnis sampingan, akan selalu habis karena keluarga tersebut boros
Dari dua kisah tersebut, dapat dipahami bahwa Allah memberikan rezeki serta kemudahan pada orang yang di kehendaki-Nya dan menahan atau mengganti rezeki dengan yang Ia kehendaki pula. Setiap orang telah Allah berikan kadar rezekinya serta telah Allah tentukan pula waktunya.
Berkaca dari hal tersebut, apa yang membuat rezeki Y dimudahkan sedangkan Z, seolah dipersulit. Y mempunyai sikap tulus, semangat tinggi, dan bertawakal kepada Allah. Sedangkan Z, meski penghasilannya lebih besar namun terasa tidak barokah. Keluarga mereka boros ditambah lagi sering melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang matang. Mungkin saja Allah melihat hal tersebut sebagai tanda bahwa rezeki mereka "segitu dulu, lainnya nanti"
Kita memang tidak boleh memaksa atas apa yang diinginkan, tapi kita bisa berusaha. Karena tidak akan ada yang berubah jika kita tidak berubah.
Y dan Z bekerja di perusahaan yang sama. Z lebih senior dari Y.
Kisah Y :
Berdasarkan peraturan perusahaan, pekerjaan Y hanya diperuntukkan bagi pria lajang, jika menikah sebelum habis kontrak, maka otomatis akan dikeluarkan. Takdirnya, Y menemukan pasangannya dan menikah sebelum habis kontrak. Apakah Y diberhentikan dari pekerjaannya? Tidak. Ia merasa bersyukur karena hanya dipindahtugaskan ke divisi lain, dengan tugas yang tidak Ia mengerti. Namun Ia mau belajar.
Tahun setelahnya, Ia dipindahkan lagi, dengan tugas yang lebih sulit dan benar-benar tak dimengerti. Namun Ia tak malu bertanya dan mau berusaha. Dalam waktu yang sama, Istri Y juga ingin bekerja. Kemudian melamarlah di perusahaan tempat Y bekerja namun di departemen berbeda. Atas izin Allah ada posisi kosong sehingga diterimalah istri Y.
Setahun setelahnya, Y dipindahkan ke divisi lain, namun tugasnya saat ini merupakan pekerjaan yang amat disukainya sehingga terasa mudah, namun Ia tetap semangat dan mau belajar hal baru sehingga Ia menjadi karyawan terbaik tahun tersebut.
Kisah Z :
Begitu bergabung dengan perusahaan, beruntung Z langsung mendapat tugas sesuai dengan passion-nya. Z menikah satu tahun setelah Y. Z dan istrinya tinggal dirumah orangtua Z. Namun istrinya tidak betah sehingga mereka memutuskan untuk mengontrak di tempat lain.
Karena bosan, istri Z juga ingin bekerja. Melamarlah istri Z ke perusahaan X. Pasangan tersebut pindah kontrakan ke dekat perusahaan X. Takdirnya, istri Z tidak diterima. Kemudian Z ingat ketika istri Y juga melamar diperusahaan yang sama dengan mereka, akhirnya istri Z melamar. Pindahlah kontrakan ke dekat perusahaan tempat Z bekerja. Z berusaha bagaimanapun supaya istrinya diterima, namun perusahaan belum membuahkan karyawan dengan kualifikasi istri Z.
Sampai saat ini, istri Z masih dirumah dan hanya Z yang bekerja. Tapi gaya hidup istri Z membuat suaminya kesulitan. Sehingga sebesar apapun penghasilan Z, apalagi Ia punya bisnis sampingan, akan selalu habis karena keluarga tersebut boros
Dari dua kisah tersebut, dapat dipahami bahwa Allah memberikan rezeki serta kemudahan pada orang yang di kehendaki-Nya dan menahan atau mengganti rezeki dengan yang Ia kehendaki pula. Setiap orang telah Allah berikan kadar rezekinya serta telah Allah tentukan pula waktunya.
Berkaca dari hal tersebut, apa yang membuat rezeki Y dimudahkan sedangkan Z, seolah dipersulit. Y mempunyai sikap tulus, semangat tinggi, dan bertawakal kepada Allah. Sedangkan Z, meski penghasilannya lebih besar namun terasa tidak barokah. Keluarga mereka boros ditambah lagi sering melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang matang. Mungkin saja Allah melihat hal tersebut sebagai tanda bahwa rezeki mereka "segitu dulu, lainnya nanti"
Kita memang tidak boleh memaksa atas apa yang diinginkan, tapi kita bisa berusaha. Karena tidak akan ada yang berubah jika kita tidak berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar