Sabtu, 25 Januari 2020

Suara Lampu Merah

Si pelanggar tak pedulikanku saat kemunculanku, menerobos adalah hal biasa baginya, dan mengatakan bahwa akulah penghambat. Namun saat kecelakaan menimpa, lagi-lagi aku dikatakan sebagai penyebab, katanya "Lampu merah terlalu cepat".

Si pegawai menyalahkanku karena seringnya Ia terlambat masuk kerja, katanya "Lampu merah terlalu lama".

Si penggerutu, mengutuk panasnya terik matahari saat sedang di perempatan jalan tepat sebelum garis tempat pemberhentian, katanya "Gara-gara Lampu merah, panasnya jadi tambah berasa"

Rasanya ingin menyuarakan "Kenapa selalu aku yang jadi kambing hitam"

Sesekali rasanya ingin menghilang, sembunyi, dan membiarkan segala kekacauan.

Seorang supir truk kegerahan, meski diluar hujan "Duh, semua kacau, semua kendaraan ingin melaju, kenapa lampu merah harus padam sih" katanya.

Si penyebrang jalan pun mengharapkan kehadiranku, "Kalau saja lampu merah menyala, akan lebih mudah menyebrang di jalanan yang ramai ini."

Si Pengemudi mobil menghela nafasnya, "Ah, biasanya dilampu merah aku bisa sedikit minum, meregangkan badan, dan mengecek pesan masuk."

Belum lagi si pengamen cilik, gadis kecil penjual tisu, dan pedagang asongan lainnya yang mencari-cariku. Mereka yang mengandalkan kemunculanku untuk melancarkan pekerjaannya.

Akhirnya Aku muncul dan kembali bertugas tanpa terlalu memikirkan ucapan orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar