Aku yang baru, kan kusempurnakan wudhu disaat sulitku.
Aku yang baru, kan kutuju masjid dengan langkahku.
Aku yang baru, kan kutunggu waktu shalat dengan dzikir pada
Tuhanku.
Karena seperti sabda Muhammad teladanku, itulah yang
dinamakan ribath (perjuangan).
Aku yang baru, telah sadari tumpukan dosa yang merusak
jiwaku.
Aku yang baru,takkan tertipu lagi cinta bertopeng nafsu.
Aku yang baru, telah rasakan realita dunia yang samar dan
semu.
Aku yang baru, penuh harap ampunan TuhanKu.
Tak ada revolusi yang berjalan mulus dan sempurna,
begitu juga revolusi untuk aku yang baru.
Satu waktu berjalan seolah seluruh semesta mendukungku,
lain waktu kerikil tajam hadang jalanku.
Banyaknya godaan yang tampakan keindahan dunia didepan
mataku,
ada kalanya goyahkan cara berfikirku.
Terkadang amat terasa sulitnya mengajak kompromi egoku,
lelah yang menggerogotiku, semuanya berputar menjadi satu.
Pernah lupa rasanya tidur nyenyak, pernah ada rasa jiwa ini
rapuh tanpa kasih sayang-Nya.
Wahai jiwa yang sedang berjuang, berbaikhatilah untuk Aku
yang baru.
Inilah hijrahku, bersama Aku yang Baru
#30dayswrittingchallenge
#30dwcjilid19
#day22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar