Seorang hamba tidaklah berdaya
akan berbuat, menolak atau memiliki sesuatu selain karena kehendak Allah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
Wassalan bersabda : “Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau kuberitahu tentang
salahsatu tabungan/simpanan surga? Abdullah bin Qais menjawab : ‘Tentu wahai
Rasulullah’. Ia bersabda: ‘Ucapkanlah laa hawla wa laa quwata illa billah’”
(HR. Bukhari no 4205, Muslim no 7037).
“Laa hawla wa laa quwata illa
billah” .Tiada daya upaya dan kekuatan selain dengan kehendak Allah. Kalimat
dzikir tersebut berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala.
Kalimat Hauqalah ini sangat dianjurkan untuk sering dibaca.
Ada sebuah cerita mengenai seorang yang mendawamkan dzikir Laa Hawla wa
laa quwwata illa billah.
Seorang Ibu tengah menanti
kelahiran anak pertamanya, usia kandungannya sudah memasuki 39 minggu, usia
cukup untuk melahirkan, namun yang ditunggu tak kunjung datang, bahkan
tanda-tanda nya pun belum muncul. Padahal sebelumnya Ia sudah cukup percaya
diri dengan berbekal berbagai pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan,
mengikuti kelas senam, kelas parenting, dan lainnya. Terakhir kali saat
pemeriksaan kehamilan, ketika bidan memintanya untuk pemeriksaan dalam (PD) Ia
sangat ketakutan (takut sakit. Ini sering diungkapkan oleh ibu yang pertama
kali akan melahirkan dan ibu-ibu yang sebelumnya melahirkan normal), hasilnya
PD pertama gagal. Sepulang dari pemeriksaan tersebut, Ia mulai gelisah dan
merenung. Apa yang sebaiknya harus dilakukan? Sampai akhirnya pada sebuah titik
temu, sebuah kesadaran bahwa persiapan fisik dan mental dengan segala
pengetahuan saja tak cukup, melainkan harus ada penyerahan diri seutuhnya pada
Yang maha segalanya. Tak banyak yang dilakukannya saat itu, berfokus pada
ibadah, berfokus pada dzikir Laa Hawla wa laa quwata illa billah. Satu
minggu berlalu, berarti memasuki usia kandungan 40 minggu, sebenarnya cukup
banyak yang terfikir olehnya, seperti kelahiran SC, induksi, dan lainnya. Tapi
sekarang Ia lebih siap menghadapi pemeriksaan dan kenyataan akan hasil
pemeriksaannya. Atas kuasa Allah, pagi itu dengan dengan penuh cemas Ia bersama
suaminya mendengarkan keterangan petugas kesehatan, bahwa hasi pemeriksaan
menunjukkan sudah pembukaan 2 yang artinya malam itu atau paling lambat
besoknya sudah dapat melahirkan. Tak putus Ia mendawamkan dzikir Laa hawla
wa laa quwata illa billah. Malam belum tiba, namun sore hari Ia
merasakan sakit yang luar biasa dan langsung menuju klinik persalinan, tak lama
menunggu, bayi yang dinantikannya lahir dengan normal dan selamat tanpa operasi
bahkan tanpa jahitan. Allah memang Maha baik, Maha kuasa atas segala sesuatu.
Diri ini milik Allah, serahkanlah
sepenuhnya diri ini pada pemiliknya, Ia Yang Maha Tahu segalanya. Ia yang Maha
kuasa atas segalanya. Manusia, hamba yang lemah. Tanpa-Nya tidaklah berdaya.
#30daywritingchallenge
#30dwcjilid19
#day24
Tidak ada komentar:
Posting Komentar