Minggu, 25 Agustus 2019

Tak Berdaya Tanpa-Nya


Seorang hamba tidaklah berdaya akan berbuat, menolak atau memiliki sesuatu selain karena kehendak Allah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalan bersabda : “Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau kuberitahu tentang salahsatu tabungan/simpanan surga? Abdullah bin Qais menjawab : ‘Tentu wahai Rasulullah’. Ia bersabda: ‘Ucapkanlah laa hawla wa laa quwata illa billah’” (HR. Bukhari no 4205, Muslim no 7037).

“Laa hawla wa laa quwata illa billah” .Tiada daya upaya dan kekuatan selain dengan kehendak Allah. Kalimat dzikir tersebut berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala. Kalimat Hauqalah ini sangat dianjurkan untuk sering dibaca.

Ada sebuah cerita mengenai  seorang yang mendawamkan dzikir Laa Hawla wa laa quwwata illa billah.

Seorang Ibu tengah menanti kelahiran anak pertamanya, usia kandungannya sudah memasuki 39 minggu, usia cukup untuk melahirkan, namun yang ditunggu tak kunjung datang, bahkan tanda-tanda nya pun belum muncul. Padahal sebelumnya Ia sudah cukup percaya diri dengan berbekal berbagai pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan, mengikuti kelas senam, kelas parenting, dan lainnya. Terakhir kali saat pemeriksaan kehamilan, ketika bidan memintanya untuk pemeriksaan dalam (PD) Ia sangat ketakutan (takut sakit. Ini sering diungkapkan oleh ibu yang pertama kali akan melahirkan dan ibu-ibu yang sebelumnya melahirkan normal), hasilnya PD pertama gagal. Sepulang dari pemeriksaan tersebut, Ia mulai gelisah dan merenung. Apa yang sebaiknya harus dilakukan? Sampai akhirnya pada sebuah titik temu, sebuah kesadaran bahwa persiapan fisik dan mental dengan segala pengetahuan saja tak cukup, melainkan harus ada penyerahan diri seutuhnya pada Yang maha segalanya. Tak banyak yang dilakukannya saat itu, berfokus pada ibadah, berfokus pada dzikir Laa Hawla wa laa quwata illa billah. Satu minggu berlalu, berarti memasuki usia kandungan 40 minggu, sebenarnya cukup banyak yang terfikir olehnya, seperti kelahiran SC, induksi, dan lainnya. Tapi sekarang Ia lebih siap menghadapi pemeriksaan dan kenyataan akan hasil pemeriksaannya. Atas kuasa Allah, pagi itu dengan dengan penuh cemas Ia bersama suaminya mendengarkan keterangan petugas kesehatan, bahwa hasi pemeriksaan menunjukkan sudah pembukaan 2 yang artinya malam itu atau paling lambat besoknya sudah dapat melahirkan. Tak putus Ia mendawamkan dzikir Laa hawla wa laa quwata illa billah. Malam belum tiba, namun sore hari Ia merasakan sakit yang luar biasa dan langsung menuju klinik persalinan, tak lama menunggu, bayi yang dinantikannya lahir dengan normal dan selamat tanpa operasi bahkan tanpa jahitan. Allah memang Maha baik, Maha kuasa atas segala sesuatu.

Diri ini milik Allah, serahkanlah sepenuhnya diri ini pada pemiliknya, Ia Yang Maha Tahu segalanya. Ia yang Maha kuasa atas segalanya. Manusia, hamba yang lemah. Tanpa-Nya tidaklah berdaya.

#30daywritingchallenge
#30dwcjilid19
#day24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar