Bulan Agustus, bulannya Indonesia. Tahun ini sebuah bangsa bernama Indonesia berusia 74 tahun. Setiap tahunnya diberbagai daerah, rakyat bersuka-cita merayakan kemerdekaan negerinya. Apakah yang mesti berbeda dengan perayaan kemerdekaan dari tahu ke tahun? Revolusi. Perubahan. KH.Abdullah Gymnastiar pernah mengemukakan mengenai konsep perubahan yang disingkat 3 M, yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal terkecil, dan Mulailah dari sekarang.
Agar perayaan lebih bermakna tak sekedar euforia mulailah benahi diri, periksa dalam hati apakah dalam diri kita masih banyak yang harus diperbaiki. Memperbaiki diri merupakan usaha seseorang untuk menjadikan dirinya pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Baik dari segi kepribadian, akhlaq maupun hati. Langkah awal memperbaiki diri tentunya dengan perbaiki hubungan kita dengan sang pencipta (Hablu Minnallah). Niatkan juga untuk memperbaiki diri karena Allah.
Kemerdekaan Indonesia diraih karena kegigihan dan kesungguhan para pendiri bangsa ini untuk mengubah nasib dari terjajah menjadi merdeka. Betapa banyak nilai juang kemerdekaan yang dapat kita ambil sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri, diantaranya :
Cinta Tanah air
Tanah adalah tempat kita berpijak dan darinya kita tercipta dan air adalah sumber kehidupan. Pelajaran yang dapat dipetik dari cinta tanah air adalah kita menyadari dari mana kita berasal. Apakah tujuan dari penciptaan diri ini?
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” (Qs. Albaqarah:30)
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Ya, dua ayat diatas menunjukkan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi Khalifah dibumi dan untuk beribadah. Maka kita perlu sadari betul hal tersebut.
Persatuan dan kesatuan Bangsa
Persatuan dan kesatuan bukan hanya diperlukan saat bangsa ini menghadapi kekuasaan kolonial, namun diperlukan hingga sekarang. Semangat memperbaiki diri melalui nilai ini dapat dilakukan dengan memperbaiki hubungan dengan manusia (Hablu minnanaas). Bangunlah ukhuwah yang baik dengan saudara sesama, dengan masyarakat luas. Dengan membangun ukhuwah, keutamaan yang akan didapat adalah akan dapat merasakan manisnya iman, memperoleh naungan dari Allah, bersaudara karena Allah adalah amal mulia, dan akan diampuni oleh Allah dosa-dosanya.
Rela berkorban
Demi tercapainya kemerdekaan ini, patriot bangsa rela mengorbankan jiwa dan hartanya. Bagaimana dengan kita? Kita dapat mengorbankan harta kita misalnya untuk donasi, wakaf pembebasan lahan untuk fasilitas umum yang bermanfaat, sedekah untuk yang membutuhkan. Berkorban dengan diri, dapat dilakukan dengan latihan menjadi relawan dalam kegiatan kemanusiaan, berkhidmat untuk umat, menjadi pelayan masyarakat.
Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan tercantum dalam sila kedua pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Semangat memperbaiki diri melalui nilai kemanusiaan dapat dilakukan dengan cara melatih diri agar mampu bersikap, tak hanya sekedar simpati tapi juga empati. Empati terhadap apa yang dialami dan apa yang dirasakan orang lain. Hal tersebut diharapkan dapat lebih melembutkan hati kita. Simpati adalah perasaan peduli dan perhatian pada seseorang maupun kelompok, simpati tidak menyiratkan emosi, hanya menyampaikan perhatian. Sedangkan empati adalah kemampuan seseorang memandang situasi dari perspektif oranglain dan menempatkan diri seolah Ia adalah orang tersebut Empati ini melibatkan emosi serta kesulitan yang oranglain rasakan.
Tak ada revolusi yang sempurna. Revolusi kemerdekaan saja dihadapkan pada pertikaian ideologi, pertikaian kekuasaan bahkan strategi politik. Begitupun revolusi diri kita, akan dihadapkan dengan banyaknya godaan, baik dari luar diri maupun dari dalam diri yang biasanya terasa lebih berat seperti, goyahnya fikiran positif atau ego yang sulit dijak kompromi. Meski begitu tetaplah semangat perbaiki diri.
Senin, 26 Agustus 2019
Semangat Memperbaiki Diri Melalui Nilai Juang Kemerdekaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar